Translate

Rabu, 10 Agustus 2016

100 Kata Bijak China Terbaik

Ketika kita melihat orang-orang dengan karakter yang bertentangan dengan kita, kita seharusnya melihat dan menilai karakter diri kita sendiri. ~ Confucius, Peribahasa Cina ~

“Kesederhanaan membawa kepuasan dan semua hal akan tumbuh dengan baik, dalam ketiadaan akan sesuatu yang berantakan dan rumit”. ( pepetah Cina Dr.Maoshing Ni)

Lestarikan sumber daya anda, dan jangan biarkan orang lain melakukan apa yang mampu anda lakukan sendiri ! ( pepetah Cina Dr.Maoshing Ni)

Men’s natures are alike, it is their habits that carry them far apart. Kedewasaan manusia itu sama, adalah kebiasaan mereka yang membuat kedewasaan mereka berbeda. Confucius, Peribahasa Cina.

What the superior man seeks is in himself and what the small man seeks is in others. Orang-orang yang kuat mencari sesuatu (potensi) di dalam dirinya sendiri. Sementara orang yang lemah mencari sesuatu (potensi) pada diri orang lain. ~ Confucius, Peribahasa Cina ~

” The man who moved a mountain was the one who began carrying away small stones.” Orang yang mampu menggerakkan gunung adalah orang yang mulai mengangkut batu-batu kecil secara bertahap.

Kebanyakan orang hanya mencari status dan kekayaan, tetapi di dalam dunia ini berapa banyak yang bisa diperoleh ? Bintang-bintang, dan bulan, gunung-gunung dan air mengalir, setiap kuntum bunga dan setiap kelompok rumput, semua ada disana untuk kamu nikmati. – Pepatah Cina

To be able under all circumstances to practice five things constitutes perfect virtue: these five things are gravity, generosity of soul, sincerity, earnestness, and kindness. Merupakan kebijaksanaan yang sempurna ketika kita mampu mempraktikkan lima hal dalam keadaan yang bagaimana pun. Kelima hal tersebut adalah: tidak bergeming (apa pun keadaannya), kemurahan jiwa, ketulusan, kesungguhan hati, dan kebaikan. Confucius, Peribahasa Cina

Setiap benda ada gunanya, betapapun rendahnya, setiap hal punya tempatnya di alam ini. – Pepatah Cina

Bila ada cahaya dalam jiwa.maka akan hadir kecantikan dalam diri seseorang. Bila ada kecantikan dalam diri seseorang.akan hadir keharmonisan dalam rumah tangga.Bila ada keharmonisan dalam rumah tangga,akan hadir ketertiban dalam negara.Dan bila ada ketertiban di dalam negara,akan hadir kedamaian dunia. Pepatah Cina

Pada umumnya, orang hidup dalam dualisme, karenanya ada kalah dan menang. Jika pemandangan bagus, saya senang, jika pemandangan tidak bagus saya kecewa. – Pepatah Cina

The superior man, when resting in safety, does not forget that danger may come. When in a state of security he does not forget the possibility of ruin. When all is orderly, he does not forget that disorder may come. Thus his person is not endangered, and his states and all their clans are preserved. Seorang pemimpin yang hebat, ketika dia dalam keadaan aman, dia tidak lupa bahwa bahaya mungkin datang. Saat dia berada di puncak, dia tidak lupa bahwa kemungkinan jatuh itu selalu mengintai. Ketika segalanya terasa damai, dia tidak lupa bahwa kekacauan bisa saja terjadi. Oleh karena itu, orang tersebut tidak pernah menimbulkan bahaya, dan negara serta semua orang yang ada di sekitarnya merasa aman. Confucius, Peribahasa Cina

Tidak memikirkan masa lalu dan masa depan, tetapi nikmati satu saat ke saat lainnya adalah keberuntungan sejati. – Pepatah Cina

Sesuatu yang menakjubkan dan luar biasa tak tahan lama. Yang bertahan adalah sederhana dan biasa. Semua yang dibuat akan kehilangan rasa alaminya. Hanya yang alamiah yang sejati. Pepatah Cina

Respect yourself and others will respect you. Hargailah diri Anda sendiri, maka orang lain pun akan menghargai Anda. Confucius, Peribahasa Cina

He Who will not economize will have to agonize. Dia yang tidak bersikap ekonomis (pada akhirnya) pasti akan menderita. Confucius, Peribahasa Cina

Our greatest glory is not in never falling, but in getting up every time we do. Keberhasilan terbesar kita bukanlah karena tidak pernah gagal, tetapi bagaimana kita bangkit setiap kali kita mengalami kegagalan. Confucius, Peribahasa Cina

Sesaat kesabaran bisa menangkal bencana besar. Sesaat ketidaksabaran bisa menghancurkan kehidupan

Sepanjang engkau mengadakan hubungan langsung dengan setiap situasi engkau akan menjadi benda dan benda itu akan menjadi kamu. – Pepatah Cina

Jika kamu memberikan uang saku kepada orang lain, mereka juga akan memberimu peluang Pepatah Cina

I hear and I forget. I see and I remember. I do and I understand. Saya mendengar dan saya lupa. Saya melihat dan saya ingat Saya melakukan dan saya pun mengerti. Confucius, Peribahasa Cina

Berhati-hati di saat awal, bertindak dengan waspada, merupakan kunci menuju keberhasilan. -Pepatah Cina

Seseorang yang belum pernah ditipu tidak dapat menjadi seorang pebisnis yang baik.

Satu kegembiraan menghancurkan seratus kedukaan. -Pepatah Cina-

Seseorang yang memperlakukan orang dengan kasih dan berkemanusiaan akan bertindak sesuai kebenaran. Ia tidak akan membiarkan orang lain mempengaruhinya tetapi ia membuat fondasi hidupnya sendiri. Mengapa membiarkan diri terjebak kemasyuran dan kekayaan ? – Pepatah Cina

Forget injuries, never forget kindness. Lupakan kesalahan, tetapi jangan pernah lupakan kebaikan. Confucius, Peribahasa Cina

Jika seseorang bekerja hanya sebatas kebutuhannya,dia seorang budak.Jika seseorang bekerja melebihi kebutuhannya,dia seorang yang bebas. ~pepatah cina~

Tujuan memperoleh pengetahuan adalah memelihara karakter seseorang. Tetapi orang yang hanya mengejar pengetahuan sebagai tujuan akhir, akan kehilangan makna pendidikan. – Pepatah Cina

Everything has its beauty but not everyone sees it. segala sesutu memiliki keindahannya sendiri, tetapi tidak semua orang bisa melihat keindahannya. Confucius, Peribahasa Cina

Sifat manusia pada dasarnya baik tetapi sering di tutup keinginan-keinginan, sehingga mendadak kehilangan daya lihatnya. – Pepatah Cina

A bird does not sing because it has an answer, but it sings because it has a song. Seekor burung bernyanyi bukan karena ia mempunyai sebuah jawaban, tetapi ia bernyanyi karena ia memang memiliki nyanyian. Peribahasa Cina

Ditolong orang lain dan berbuat salah, tidak boleh dilupakan. Sebaliknya menolong orang dan diperlakukan tidak baik harus dilupakan. Inilah hukum hubungan yang harmonis. -Pepatah Cina

Cinta sejati mekar bukan hanya di dalam hati, tetapi juga di dalam jiwa kita. ~ Hua Ching Ni ~

Bila ada cahaya dalam jiwa, maka akan hadir kecantikan dalam diri seseorang. Bila ada kecantikan dalam diri seseorang akan hadir keharmonisan dalam rumah tangga.

Jika pengetahuan di gunakan dengan baik, akan bermanfaat. Tetapi orang jahat akan menggunakan pengetahuan pengetahuan untuk berbuat kejahatan. – Pepatah Cina

Setiap kebenaran bermakna tetap dan nyata. Tujuan belajar adalah memahami semangatnya dan bukan hasilnya. – Pepatah Cina

Orang yang berkata bahwa sesuatu tidak dapat dikerjakan tidak boleh mengganggu orang yang sedang mengerjakannya. Peribahasa Cina

Bila seseorang merasa sedih, ia harus bangkit untuk tak kehilangan harapan. Bila masalah teratasi, akan ada damai di hati. Seseorang yang congkak lupa rintangan dan mengalami kemunduran. -Pepatah Cina

Clear conscience never fears midnight knocking. Hati nurani yang bersih tidak pernah takut pada ketukan pintu di tengah malam.

Bila ditarik, yang bungkuk tidak dapat di rentangkan lagi. Bila penuh, bulan tidak dapat lebih terang lagi. Orang yang tahu batas tahu rasa puas. Ia tidak jauh dari jalannya. – Pepatah Cina

A great fortune depends on luck, a small fortune depending on the craft. Keberuntungan yang besar tergantung pada kemujuran, keberuntungan yang kecil tergantung pada kerajinan.

Baik buruknya segala sesuatu di dunia, tergantung pandangan seseorang. – Pepatah Cina

Don’t be afraid of advanced slowly, be afraid of nothing progress Jangan takut bila maju perlahan, takutlah bila tidak ada kemajuan.

Mereka yang berbuat buruk dan takut ketahuan hati nuraninya tertekan. Mereka harus diberi kesempatan bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Mereka yang berjasa dengan berharap pujian, pada dasarnya busuk. – Pepatah Cina

If a man does only what is required of him, he is a slave. If a man does more than is required of him, he is a free man. Jika seseorang hanya melakukan apa yang diminta darinya, maka ia adalah seorang budak. Jika seseorang melakukan lebih dari yang diminta darinya, ia adalah seorang yang bebas.

Jangan takut bila punya salah dan kekurangan. Lebih buruk lagi bila tahu salah tetapi tidak memperbaikinya. – Pepatah Cina

When we have nothing to worry about we are not doing much, and not doing much supplies us with plenty of future worries. Jika kita tidak memiliki sesuatu untuk dikhawatirkan, kita tidak akan melakukan sesuatu cukup banyak, dan tidak melakukan sesuatu yang banyak akan memberikan kekhawatiran yang banyak kepada kita.

Belajarlah Untuk Tidak Menyalahkan Orang Lain,Belajarlah Untuk Lebih Menghargai Orang Lain,Karna Qta Butuh Orang Lain.. Pepetah Cina

Give me a fish and I eat for a day. Teach me to fish and I eat for a lifetime. Berikan kepadaku seekor ikan dan aku makan selama satu hari. Ajari aku memancing dan saya akan makan seumur hidupku.

Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat mewujudkan perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkati.

In the midst of great joy, do not promise anyone anything. In the midst of great anger, do not answer anyone’s letter. Di tengah-tengah kesenangan, jangan membuat janji kepada seseorang. Ditengah-tengah kemarahan, jangan menjawab surat seseorang.

“Siapa yang berbuat KEBAIKAN Walaupun KEBERUNTUNGAN belum datang Namun MALAPETAKA sudah menjauh.” “Siapa yang berbuat KEJAHATAN. Walaupun MALAPETAKA belum datang Namun KEBERUNTUNGAN sudah menjauh.”

Menyimpang seinci, rugi seribu batu

Bila ketamakan muncul, pengetahuan intuitif seseorang tentang yang baik ambruk. Maka ia tak dapat membedakan benar dan salah sehingga muncul ketidak-acuhan dan kebodohan. – Pepatah Cina

With money you can buy a house but not a home. With money you can buy a clock but not time. With money you can buy a bed but not sleep. With money you can buy a book, but not knowledge. With money you can buy a doctor, but not good health. With money you can buy a position but not respect. With money you can buy blood but not life. With money you can buy sex but not love. Dengan uang anda dapat membeli rumah tetapi tidak dapat membeli kehidupan. Dengan uang anda dapat membeli jam tetapi tidak dapat membeli waktu. Dengan uang anda dapat membeli tempat tidur tetapi tidak dapat membeli tidur. Dengan uang anda dapat membeli buku tetapi tidak dapat membeli pengetahuan. Dengan uang anda dapat membeli dokter tetapi tidak dapat membeli hidup sehat. Dengan uang anda dapat membeli kedudukan tetapi tidak dapat membeli kehormatan. Dengan uang anda dapat membeli darah tetapi tidak dapat membeli hidup. Dengan uang anda dapat membeli seks tetapi tidak dapat membeli cinta.

Godaan dari luar membuat seseorang lupa daratan sedangkan ketamakan membuat orang bodoh. Orang harus waspada selalu agar kemurnian sifatnya terpelihara. – Pepatah Cina

Berdoalah dengan motivasi hati yang murni bukan untuk kepuasan hawa nafsu

Surga dan neraka bukanlah tempat dimana orang akan pergi setelah mati, melainkan di sini dan sekarang. Baik dan jahat semuanya ada dalam pikiran, dan pintu kesurga atau neraka akan terbuka untukmu kapan saja. – Pepatah Cina

Jika engkau menggunakan kata kata untuk menjelaskan, akan ada salah. Jawaban paling lengkap ada dalam pertanyaan itu sendiri. – Pepatah Cina

Langit adalah adil, dan tidak ada orang yang dikecualikan. Yang bisa menolong dirimu adalah dirimu sendiri. Pepatah Cina

Mereka yang terburu buru mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apapun pada akhirnya. Perhatian pada peristiwa sehari hari adalah jalan keluarnya. – Pepatah Cina

Dimana ada pengetahuan dan perasaan kalah dan menang, kegembiraan dan kesedihan juga ada. Berhasil mengatasi baik dan buruk, kalah dan menang, adalah keberuntungan sejati. – Pepatah Cina


Pepatah Bijak Negeri China

“JANGAN duduk di depan pintu, nanti jauh dari Jodoh!” Mitos ini mungkin sering dilontarkan orang tua agar Anda tidak menghalangi orang melewati pintu. Hal ini bisa bikin bertanya, apa hubungannya antara pintu dengan jodoh? Tapi, percaya atau tidak, kalimat bijak semacam ini telah berlangsung turun-temurun, dan dianggap manjur dalam mengajarkan nilai-nilai kebaikan.

Lahirnya kalimat bijak atau pepatah dalam masyarakat juga terjadi di Negeri Tirai Bambu. Uniknya, pepatah China, yang biasa dikenal sebagai Chinese wisdom ini lebih beragam, dan mencakup segala aspek kehidupan. Salah satunya kesehatan. Ingin tahu apa saja pepatahnya?

- “Minumlah teh setelah makan”
Makna: Sebenarnya dalam pengobatan tradisional China, teh China atau teh hijau sudah diketahui memiliki kaya khasiat. Tapi, karena masyarakat Cina lebih meyakini tahyul, yang kerap terdapat dalam pepatah tersebut, membuat mereka mempercayai pepatah tersebut, sehingga mau tidak mau mereka rutin mengonsumsi teh, terutama sehabis makan.

-“Saat tidur, jangan memunggungi cermin”
Makna: Menurut Feng Shui, ketika tidur, tubuh membutuhkan energi yin. Sedangkan cermin bersifat yang. Jika ketika tidur Anda memunggungi cermin, atau benda lainnya yang bersifat yang, seperti pintu atau jendela, dapat terjadi konflik energi yang dapat melemahkan chi. Akibatnya, ketika bangun tidur, tubuh akan terasa lelah dan tidak bersemangat. 

- “Makanlah bubur, jika ingin panjang umur“
Makna: Lambung membutuhkan makanan yang lembut dan hangat, terutama ketika mengawali proses pencernaan di pagi hari. Oleh karena itulah, bubur atau makanan lembut lain menjadi makanan yang cocok sebagai sarapan.

- “Jangan langsung bekerja setelah makan”
Makna: Setelah makan dan perut masih terasa penuh. Saat itu, konsentrasi utama metabolisme tubuh adalah mencerna makanan. Melakukan aktivitas segera setelah makan akan membagi metabolisme tubuh untuk kegiatan lain, sehingga makanan tak tercerna baik, yang justru bisa mengganggu saluran pencernaan.

- “Selesai makan, jangan langsung tidur”
Makna: Pada dasarnya urutan tata letak organ saluran pencernaan adalah dari atas ke bawah: mulai dari mulut, tenggorokan, lambung, usus kecil, usus besar hingga anus. Jadi, organ pencernaan akan bekerja lebih baik bila tubuh dalam posisi duduk. Posisi tidur akan menghambat proses pencernaan.

- “Usap-usaplah perut setelah makan”
Makna: Banyak sekali titik akupunktur yang berhubungan dengan saluran pencernaan di daerah perut. Mengusap-ngusap perut usai makan, sama halnya dengan merangsang titik-titik akupunktur tersebut sehingga membantu organ pencernaan bekerja lebih baik.

- “Kalau merasa kedinginan, usap-usaplah telingamu”
Makna: Bentuk daun telinga analog dengan bentuk janin manusia. Di telinga juga ada titik-titik alarm point berberapa organ. Ketika kedinginan, mengusap-usap telinga sampai hangat sama dengan menghangatkan tubuh secara keseluruhan.



4 Ekor Binatang

Dalam sebuah kapal ada 4 ekor hewan yang menemani seorang nahkoda. Hewan itu ialah ayam, gajah, harimau dan tikus. Suatu hari keempat hewan itu berkumpul dan menceritakan kehebatan masing-masing.

Kata Ayam : "Aku selalu memberi telur kepada nahkoda kita. Berkat aku, dia dapat makan enak dan bergizi."

Gajahpun tak mau kalah "Aku kuat, aku selalu membantu nahkoda kita untuk mengangkat barang-barang berat."


Harimau menimbrung "Kalau aku terkenal sakti dan selalu dapat memenangkan setiap pertempuran, aku selalu melindungi nahkoda kita dari serangan bajak laut dan orang-orang jahat".

Hanya tikus yang terdiam. Ketiga hewan lainnya memandang dia katanya : "Tikus apa fungsimu di sini, hanya engkau yang tak mempunyai fungsi di sini.hahahaha". Mereka mengejek tikus itu.

Suatu hari kapal itu terantuk pada tonjolan karang dan bocor. Keempat hewan itu dan nahkodanya panik. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan karena lokasi kebocoran berada di tempat tersembunyi sehingga tidk bisa ditemukan. Tikus berpikir sejenak kemudian berkata : "Teman-teman mungkin inilah saatnya aku dapat berguna bagi kalian." Lalu tikus itu mulai bergerak. Dengan tubuh mungil dan lonjong itu dia begitu mudah masuk ke sela-sela kayu untuk menemukan sumber kebocoran itu. Akhirnya kapal itu dapat diselamatkan.

Nahkoda itu berkata : "Untung ada kamu tikus, kalau tidak kita bisa celaka". Ketiga temannya pun tertunduk malu karena mereka telah mengejek tikus itu.

Demikianlah TUHAN memberikan kepada kita semua talenta masing masing. Tidak ada orang bodoh yang ada hanya orang yang tidak sadar akan bakat yang diberikan TUHAN kepada kita. Janganlah mengejek dan saling merendahkan tetapi hendaklah saling melengkapi untuk hidup yang lebih baik.



Senin, 01 Agustus 2016

Merubah Nasib Ke arah yang lebih Baik

Guru Buddha memberikan perumpamaan bahwa terlahir sebagai manusia bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami yang banyak, lahir sebagai manusia sungguh sulit untuk itu kita yang sudah terlahir sebagai manusia harus bersyukur karena di alam manusialah kita bisa menjadi Buddha.
Manusia lahir kedunia ini sudah membawa buah karma, membawa sifat dan kemauan, serta membawa daya kemampuan jasmani dan rohani kita dari masa lampau.
Nasib baik perbuatan baik, mudah mendapatkan kebahagiaan.
Nasib baik perbuatan buruk, masa depan belum tahu bagaimana.
Nasib buruk perbuatan baik, hari tua pasti terjamin.
Nasib buruk perbuatan buruk, sengsara seumur hidup.
Kalau kita pada kehidupan ini terlahir di keluarga yang tidak mampu, kita jangan putus asa, kita harus merubah kehidupan kita ke yang lebih baik dengan cara yaitu dengan memiliki perbuatan yang baik. Kalau kita menginginkan kehidupan yang lebih baik, kita harus menanamkan 4 kata dalam diri kita yaitu “jangan takut, jangan menyerah” empat kata ini kalau kita tanamkan dalam diri kita dan kita praktekkan maka kehidupan kita akan menjadi lebih baik, tentu saja dalam mempraktekkannya ke arah yang baik atau maju bukan ke arah yang buruk atau kemunduran. Kita jangan takut untuk menghadapi masalah yang menghadang, dan kita jangan menyerah begitu saja apabila kesulitan demi kesulitan datang menghampiri kita, dengan demikian kehidupan kita akan lebih baik lagi.
Selain 4 kata tadi yang harus kita tanamkan, untuk membuat kehidupan yang lebih baik seharusnya kita tidak menyepelekan hal-hal yang kecil, karena hal-hal yang kecil ini memberikan dampak yang besar bagi kita. Seperti cerita di bawah ini :
Ada dua orang dari desa, sebut saja A dan B yang telah lama bersahabat. Suatu ketika, dua orang sahabat ini telah lulus dari sekolah teknik dan mendapat gelar sarjana. Mereka berdua melamar pekerjaan di sebuah pabrik yang besar di kota. Keduanya diterima bekerja di pabrik tersebut dan harus menjalani masa percobaan selama 3 bulan. Pada hari pertama bekerja, mereka di beri pengarahan oleh manajer pabrik tersebut, “kalian harus dapat mengerjakan pekerjaan dengan baik dan harus teliti agar tidak gugur dalam penilaian kembali”. Mereka berdua berjanji akan bekerja sebaik-baiknya dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan.
Selama 3 bulan masa percobaan, mereka bekerja sangat giat, rajin dan dengan senang hati. Pada bulan ke 3 saat terima gaji, tiba-tiba si B di berhentikan dari pekerjaannya. Sepanjang perjalanan pulang kerumah, si B marah-marah kepada A dan menuduh kalau si A telah melaporkan hal yang tidak baik kepada manajer pabrik itu. A berkata kepada B “kau tahu, sepanjang hari kita sibuk bekerja, tidak ada waktu untuk santai, bagaimana mungkin aku melaporkan hal yang tidak kepada manajer, aku juga bingung dan kaget kenapa kamu di berhentikan dari pekerjaan ini”
Esok harinya, si A menemui manajer untuk menanyakan alasan B tidak diterima di perusahaan motor ini. Manajer berkata, “Pekerjaan B cukup baik, akan tetapi perusahaan tidak dapat memakainya, karena si B pulang tanpa memadamkan lampu ruangannnya. Hal itu terjadi berulang-ulang kali dan saya yang harus memadamkan lampu itu. Sedangkan kamu berbeda dengan si B, lampu ruanganmu selalu padam dan meja kerjamu selalu rapih. Aku tidak mungkin memperkerjakan orang yang tidak teliti, karena sebagai teknisi di pabrik ini harus memiliki ketelitian yang baik, oleh karena itu saya putuskan untuk memberhentikan B dari pekerjaannya”.
Hal yang kecil saja bisa membuat diri kita menjadi sengsara seperti cerita di atas, hanya karena tidak mematikan lampu ketika jam kerja telah selesai membawa akibat yang buruk. Untuk itulah, kalau kita ingin merubah nasib rubahlah kebiasaan-kebiasaan yang buruk yang ada dalam diri kita, kita harus memperhatikan hal-hal yang kecil, hal yang kecil saja tidak bisa diperhatikan bagaimana dengan yang besar.
Seperti yang di ucapkan oleh Buddha dalam Dhammapada bagian Appamada Vagga syair 21 yang berbunyi :
Kewaspadaan adalah jalan menuju kekekalan, kelengahan adalah jalan menuju kematian. Orang yang waspada tidak akan mati, tetapi orang yang lengah seperti orang yang sudah mati.
Jangan biarkan diri anda hanya menerima nasib saja, kita harus berjuang untuk merubah kehidupan kita ke arah yang lebih baik seperti yang di katakan oleh Guru Buddha dalam Anguttara Nikaya kelompok delapan tentang kesejahteraan umat awam yang berbunyi :
Ada empat hal yang akan membawa pada kesejahteraan dan kebahagiaan bagi seorang perumah tangga di dalam kehidupan yang sekarang ini, yaitu pencapaian usaha yang tak kenal henti, pencapaian perlindungan, persahabatan yang baik, dan kehidupan yang seimbang.
Usaha yang tak kenal henti bisa dijadikan semangat untuk menuju ke kehidupan yang lebih baik lagi, akhir kata semoga kita bisa berjuang untuk merubah kehidupan kita menjadi lebih baik, dan semoga semua makhluk hidup beruntung dan berbahagia.
Sadhu… Sadhu… Sadhu….


Bergaul Dengan Orang Bijak

Bergaul Dengan Orang Bijak
Dikisahkan pada suatu waktu, ada sejumlah besar pedagang yang sedang berlayar ke samudera dengan sebuah kapal. Ditengah perjalanan, kapal mereka diterjang badai dengan amat dahsyatnya sehingga mengalami kerusakan berat. Bagian dasar kapal bocor dan air sudah mulai masuk ke dalam. Diancam bahaya seperti ini mereka menjadi sangat cemas dan ketakutan.
Masing-masing mencoba mengatasi kejadian yang menegangkan itu dengan cara sendiri-sendiri. Ada yang menangis meraung-raung meratapi ‘nasib’ yang sedang menimpa diri mereka.
Ada juga yang dengan gencar menyebut mantra atau aji-aji yang dipercaya dapat menangkal badai. Ada pula yang sambil berkomat-kamit mengeluarkan segala jimat, ‘hu’ atau pusaka yang selama ini selalu dibawa-bawa kemana pun mereka pergi. Mereka percaya benda-benda itu mampu melindungi diri mereka dari segala macam bahaya. Selain itu ada pula yang sembari menjanjikan kaul bersujud memohon ampun kepada dewa badai supaya tidak murka dan berhenti meniupkan badai. Adapula yang menengadahkan kedua telapak tanggannya ke langit, mencoba memelas kepada Sang Pencipta sekaligus pencabut nyawa bagi umat manusia. Mereka mencoba memelas dengan memperlihatkan ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, kebaktian dan ketakwaan kepadanya supaya hari kematiannya diperpanjang lagi.
Di antara pedagang itu, ternyata ada seorang laki-laki yang bukannya sibuk mencari jalan keluar dalam mengatasi musibah tersebut, melainkan hanya duduk dengan tenangnya di atas geladak kapal. Tidak ada rasa takut atau cemas sedikit pun di wajahnya, seolah-olah kejadian itu sama sekali tidak tampak oleh matanya, jerit-jerit kekhawatiran itu tidak terdengar oleh telinganya, suasana yang menegangkan itu tidak mencekam batinnya, dan bahaya yang mengerikan itu tidak disadarinya.
Melihat pemandangan yang aneh tersebut, semua teman seperjalanannya merasa sangat heran. Mereka kemudian berbondong-bondong mendatanginya untuk menanyakan mengapa ia bersikap demikian.
Sebelum menjelaskan alasannya, laki-laki bijak itu mengungkapkan betapa sia-sianya semua upaya yang ditempuh oleh teman-temannya dalam mengatasi masalah tersebut. Kehidupan umat manusia, juga makhluk-makhluk lainnya, sesungguhnya tidaklah bergulir mengikuti guratan nasib atau takdir yang telah ditentukan sebelumnya.
Dunia ini bukanlah sebuah panggung sandiwara dimana umat manusia dipaksa memerankan adegan-adegan sebagaimana yang digubah sebelumnya. Setiap makhluk mempunyai hak dan kepercayaan yang kesahihannya tidak pernah terbuktikan.
Fenomena-fenomena alam terjadi dan berubah hanya oleh sebab-sebab yang alamiah atau ilmiah, sama sekali tidak terpengaruh oleh kepercayaan yang seharusnya sudah punah sejak kebangkitan peradaban manusia. Demikian pula dengan jimat, ‘hu’ pusaka dan benda-benda keramat lainnya. Yang dapat menjadi pelindung sejati bagi diri seseorang bukanlah sesuatu yang berasa di luar dirinya, apalagi hanya sekedar benda mati yang tak berjiwa semacam itu.
Pada jaman dimana segala kekuatan alam sudah dapat dijelaskan serta dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan, seseorang tidaklah semestinya takut lagi pada dewa-dewa ‘tertentu’ yang keberadaannya tidak pasti. Sungguh memprihatinkan apabila seseorang termakan oleh promosi tentang tokoh-tokoh fiktif yang digambarkan sebagai penyelamat agung yang senantiasa menolong umat manusia. Setiap orang sesungguhnya dapat menjadi juru selamat bagi diri sendiri.
Karena itu, seseorang hendaknya bersandar pada diri sendiri, bukan kepada makhluk kudus lain betapa pun luhur kedudukannya. Hukum Alam tidaklah pernah pandan gbulu atau berpihak pada siapa pun, dan tidaklah dapat disuap atau dibujuk dengan doa-doa permohonan.
Karena itu, tidaklah perlu berdoa pada suatu makhluk yang bersikap sewenang-wenang, yang eksistensinya sangat meragukan. Manusia bukanlah makhluk rendah yang harus mengemis-ngemis keselamatan apalagi hanya sekedar ‘makanan’ dan ‘rejeki’.
Selanjutnya laki-laki bijak itu menjelaskan mengapa ia sama sekali tidak kelihatan takut, cemas atau khawatir atas bahaya yang mengancam dirinya. Ia hanya duduk dengan tenang karena sudah menyadari serta mempertimbangkan bahwa tidak ada jalan keluar yang wajar dari bahaya tersebut.
Kematian sesungguhnya bukan suatu hal yang menakutkan. Kematian tidak lebih hanyalah padamnya lima kelompok kehidupan. Cepat atau lambat, hal ini pasti menimpa setiap orang. Bagaikan batu karang besar yang puncaknya menjulang ke angkasa, niscaya berubah dan hancur; demikian pula perubahan, kelapukan dan kematian menguasai semua makhluk, tak terkecuali – apakah dia seorang bangsawan, agamawan, pedagang, pekerja atau orang hina-dina. Tidak ada satu makhluk hidup pun yang dapat terhindar dari kematian. Dimana ada kelahiran disitu pula ada kematian. Ini adalah suatu Hukum Alam yang tidak dapat dielakkan.
Bila kita renungkan secara mendalam, seseorang yang dipandang secara duniawi sebagai makhluk yang hidup sebenarnya setiap saat mengalami kematian dan kelahiran kembali yang berulang-ulang. Tidak ada satu bagian pun dari lima kelompok kehidupan yang dapat bertahan terus, kekal.
Rupa atauu badan jasmaniah mulai dari yang tertampak dengan jelas sampai dengan sel-sel yang sangat kecil sekalipun senantiasa mengalami perubahan atau kerusakan. Begitu pula dengan perasaan, ingatan, corak batin dan kesadaran. Semua yang berkondisi tidak kekal.
Apabila mempunyai pengertian semacam itu, dan yakin atas perbuatan-perbuatan yang dilakukan semasa hidupnya – yang menjadi salah satu kondisi penentu bagi kehidupan selanjutnya, maka seseorang tidak akan merasa takut, cemas atau khawatir atas kematian yang bakal menimpa dirinya.
Kematian dapat diterima dalam kewajaran. Dengan mengisi kehidupan dengan perbuatan-perbuatan baik melalui pikiran, ucapan dan tindakan – seseorang dapat mengharapkan kehidupan mendatang yang baik dan menetukan kehidupan mendatang. Apabila seseorang tercekam rasa ketakutan yang tak beralasan (perwujudan dari ‘dosa’), melekat pada kehidupan, dunia, harta benda, kemasyuran, kedudukan, kehidupan mendatang bagi dirinya dapatlah dipastikan yaitu suatu kehidupan, yaitu kehidupan yang suram, penuh penderitaan.
Sebaliknya dengan menjaga keadaan batin agar tetap tenang serta mengembangkan pengertian benar; maka kehidupan mendatang yang cerah dan menyenangkan adalah suatu harapan yang nyata bagi dirinya. Salah satu dari sekian banyak cara untuk menenangkan batin ialah dengan merenungkan jasa kebajikan yang pernah diperbuat semasa hidupnya.
Diceritakan oleh laki-laki bijak itu bahwa menjelang keberangkatannya menuju samudra, ia telah mempersembahkan dana kepada Sangha, menyatakan pernaungan pada Sang Tiratana, berpantang dari pembunuhan, pencurian, perzinahan. pendusataan dan pemabukan. Jasa kebajikan inilah yang menjadi pokok perenungan bagi dirinya di saat-saat yang kritis. Dalam Agama Buddha, perenungan – perenungan ini disebut Caganussati dan Sila nussati yang merupakan dua di antara 10 macam perenungan (Annusati 10).
Mendengar penjelasan laki-laki bijak itu, hilanglah perasaan takut yang sebelum ini sangat mencekam para pedagang yang sedang mengalami musibah tersebut. Kini sadarlah mereka atas hakikat kehidupan di dunia ini. Timbullah keyakinan yang benar terhadap Sang Tiratana ; Buddha, Dhamma dan Sangha, di hadapan laki-laki bijak itu mereka semua menyatakan kebulatan tekadnya untuk menjalani Pancasila.
Ketika selesai mengucapkan pantangan terhadap pembunuhan, air samudra menggenang hingga sebatas lutut. Ketika selesai mengucapkan pantangan terhadap pencurian, air samudra menggenang sebatas pinggang. Ketika selesai mengucapkan pantangan terhadap perzinahan, air samudra menggenang sebatas dada. Ketika selesai mengucapkan pantangan terhadap pendustaan, air samudra menggenang hingga sebatas leher. Ketika selesai mengucapkan pantangan terhadap mabuk-mabukan, air semudra menggenang sebatas mulut.
Begitu kelima sila selesai diucapkan semuanya, laki-laki bijak itu memberikan nasihat singkat : “Tidak ada pelindung selain diri sendiri. Tidak ada penyelamat lain selain diri sendiri. Bagaimanapun kehidupan mendatang, semua itu tergantung dari diri Anda sendiri, bukan orang lian, dewa, malaikat maupun makhluk adikodrati.
“Anda sekalian hendaknya merenungkan sila yang telah Anda tekadkan untuk dijalankan dengan kesungguhan hati. Pelaksanaan Dhamma yang telah Anda lakukan, inilah yang menjadi pelindung Anda yang sejati.”
Para pedagang itu menuruti serta melaksanakan nasihat laki-laki bijak itu. Mereka akhirnya sanggup menyambut kematian dengan penuh ketenangan dan kemantapan diri, seolah-olah menyambut seorang tamu. Begitu kesadaran ajal (cuti-citta) mereka padam, mereka semua terlahir kembali di Alam Surga Tavatimsa. Mereka menikmati kebahagiaan surgawi di alam sana dalam waktu yang lama berkat tekadnya yang kuat dalam menjalankan Pancasila.
Dari kisah di atas, tampaklah dengan jelas betapa besar peranan seorang bijak dalam mengarahkan orang-orang lain pada jalur yang tepat. Dengan modal teladan pribadinya yang nyata dan kearifannya., orang bijak sanggup mengikis habis kesesatan batin yang bercokol pada orang-orang lain dan sebaliknya memupuk keyakinan surgawi, hanyalah sebagian kecil dari banyak manfaat yang dapat diraih dengan menjalin pergaulan dengan orang bijak. Singkat kata,”Bergaul dengan orang bijak” adalah suatu Berkah Utama.
Sementara orang mungkin berpendapat bahwa orang bijak tersebut dapatlah dianggap ‘gagal’ menolong serta menyelamatkan teman-teman seperjalanannya karena mereka semua akhirnya mati terbenam dalam samudra. Sesungguhnya, makna ‘keselamatan’ dalam pandangan Agama Buddha memang sangatlah berbeda jauh dengan konsep yang dianut oleh beberapa kepercayaan dan agama lain.  Orang bijak bukanlah seorang Buddha Abadi, bodhisattva ideal ataupun juru selamat yang menghidupkan orang mati, menyembuhkan sakit, atau menyelamatkan dari segala bencana malapetaka bagi mereka yang percaya atau melafalkan namanya.
Bagi orang bijak, semua itu sesungguhnya hanyalah suatu keselamatan yang semu ~ walaupun seandainya merupakan suatu kenyataan bukan semata-mata dongeng belaka. Apalah artinya suatu kehidupan, kesembuhan atau keselamatan, apabila seseorang tidak tahu akan kesunyataan mulia (ariya-sacca). Orang bijak tidak ingin menjadi seorang penghibur yang berusaha mengelabuinya, menutupi atau menjauhkan orang-orang lain dari hakikat hidup. Tetapi, sebaliknya dengan berbagai cara orang bijak senantiasa berusaha agar mereka dapat menyadari, menatap serta menerima hakikat hidup dengan pengertian benar. Inilah sesungguhnya keselamatan yang sejati.
Pergaulan dengan orang bijak adalah suatu faktor penunjang bagi timbulnya kebajikan, pengetahuan, pandangan benar, kearifan dan kebijaksanaan.

Jumat, 29 Juli 2016

Everything we do will always turning back to ourselves (Segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu berputar ke diri kita kembali)

Everything we do will always turning back to ourselves
(Segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu berputar ke diri kita kembali)

Bryan hampir saja tidak melihat wanita tua yang berdiri dipinggir jalan itu, tetapi dalam cahaya berkabut ia dapat melihat bahwa wanita tua itu membutuhkan pertolongan. Lalu ia menghentikan mobil Pontiacnya di depan mobil Mecedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya.

Walaupun dengan wajah tersenyum wanita itu tetap merasa khawatir, karena setelah menunggu beberapa jam tidak ada seorang pun yang menolongnya.

Apakah lelaki itu bermaksud menyakitinya?

Lelaki tersebut penampilanya tidak terlalu baik, ia kelihatan begitu memprihatinkan. Wanita itu dapat merasakan kalau dirinya begitu ketakutan, berdiri sendirian dalam cuaca yang begitu dingin, sepertinya lelaki tersebut tau apa yang ia pikirkan. Lelaki itu berkata ” saya kemari untuk membantu anda bu, kenapa anda tidak menunggu didalam mobil bukankah disana lebih hangat? oh ya nama saya Bryan.

Bryan masuk kedalam kolong mobil wanita itu untuk memperbaiki yang rusak.

Akhirnya ia selesai, tetapi dia kelihatan begitu kotor dan lelah, wanita itu membuka kaca jendela mobilnya dan berbicara kepadanya, ia berkata bahwa ia dari st louis dan kebetulan lewat jalan ini. Dia merasa tidak cukup kalau hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Wanita itu berkata berapa yang harus ia bayar, berapapun jumlahnya yang ia minta tidak menjadi masalah, karena ia membayangkan apa yang akan terjadi jika lelaki tersebut tidak menolongnya. Bryan hanya tersenyum.

Bryan tidak mengatakan berapa jumlah yang harus dibayar, karena baginya menolong orang bukanlah suatu
pekerjaan. Ia yakin apabila menolong seseorang yang membutuhkan pertolongan tanpa suatu imbalan suatu hari
nanti Tuhan pasti akan membalas amal perbuatanya.

Ia berkata kepada wanita itu ” Bila ia benar-benar ingin membalas jasanya, maka apabila suatu saat nanti
apabila ia melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan maka tolonglah orang tersebut “…dan ingatlah pada saya”.

Bryan menunggu sampai wanita itu menstater mobilnya dan menghilang dari pandangan.

Setelah berjalan beberapa mil wanita itu melihat kafe kecil, lalu ia mampir kesana untuk makan dan beristirahat sebentar. Pelayan datang dan memberikan handuk bersih untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wanita itu memperhatikan sang pelayan yang sedang hamil, dan masih begitu muda. Lalu ia teringat kepada Bryan

Setelah wanita itu selesai makan dan, sang pelayan sedang mengambil kembalian untuknya, wanita itu pergi keluar secara diam-diam.

Setelah kepergiannya sang pelayan kembali, pelayan itu bingung kemana wanita itu pergi, lalu ia menemukan
secarik kertas diatas meja dan uang $1000. Ia begitu terharu setelah membaca apa yang ditulis oleh wanita
itu:

“Kamu tidak berhutang apapun pada saya karena seseorang telah menolong saya, oleh karena itulah saya menolong kamu, maka inilah yang harus kamu lakukan:

“Jangan pernah berhenti untuk memberikan cinta dan kasih sayang”.

Malam ketika ia pulang dan pergi tidur, ia berfikir mengenai uang dan apa yang di tulis oleh wanita itu.

Bagaimana wanita itu bisa tahu kalau ia dan suaminya sangat membutuhkan uang untuk menanti kelahiran
bayinya?

Ia tau bagaimana suaminya sangat risau mengenai hal ini, lalu ia memeluk suaminya yang terbaring disebelahnya dan memberikan ciuman yang lembut sambil berbisik :”semuanya akan baik-baik saja, I Love You Bryan”

“Segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu berputar ke diri kita kembali”, therefore, don’t ever to stop to do good things in your life..

Lihatlah dari Isinya Bukan Bungkusnya

Hidup akan sangat melelahkan,
sia-sia dan menjemukan
bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUSAN-nya saja
dan mengabaikan ISINYA.

Bedakanlah apa itu Bungkusan
dan apa itu Isinya.

Rumah yg indah hanya bungkusan;
Keluarga Bahagia itu isinya.

Pesta nikah hanya bungkusan;
Cintakasih, Pengertian dan komitmen, itu isinya

Ranjang mewah hanya bungkusan;
Tidur nyenyak itu isinya.

Makan enak hanya bungkusan;
Gizi dan energi itu isinya.

Kecantikan hanya bungkusan;
Kepribadian itu isinya.

Bicara itu hanya bungkusan;
Kerja nyata itu isinya.

Buku hanya bungkusan;
Pengetahuan itu isinya.

Jabatan hanya bungkusan;
Pengabdian dan pelayanan itu isinya.

Pergi ke Rumah Ibadah itu bungkusan;
Melakukan perintah Tuhan dalam hidup itu isinya.

Utamakanlah isinya...
namun rawatlah bungkusnya...