Translate

Senin, 30 November 2020

Na Cha San Tai Zi bersabda


Na Cha San Tai Zi bersabda : 

Mengapa bisa terlahirkan sebagai hewan, dikarenakan saat terlahir sebagai manusia, dia tidak bisa menunaikan “kewajiban” sebagai manusia, serakah akan harta orang lain, sangat iri hati, menyukai kehidupan yang bermewah-mewah, kecurigaannya sangat besar, juga suka mencelakai orang lain, berhati jahat, serakah akan keindahan….semua pikirannya diletakkan pada 6 akar, mata, telinga dan mulut selalu melakukan kejahatan, Karena 6 akarnya tidak jernih, maka hanya dapat terlahirkan sebagai hewan.

Terlahirkan sebagai hewan sangat mengenaskan, waktu hidup di dunia manusia tidak berbuat baik, setelah meninggal harus ke neraka diadili oleh raja neraka, setelah dihitung dosa karmanya, akhirnya diputuskan bahwa dia hanya dapat dilahirkan kembali sebagai tubuh hewan, barulah dapat membayar hutang karmanya, barulah dapat melunasi dosa karmanya, maka dihukum terlahir kembali sebagai hewan, yang harus menerima balasan karma dan menjalani penderitaan di dunia, keempat kakinya menghadap tanah, jalan dengan punggung yang menghadap langit, dikarenakan pada saat sebagai manusia hidup di dunia banyak melakukan hal-hal yang mengingkari asas Tuhan, semasa hidup di dunia berbuat tidak selayaknya manusia, maka akan reinkarnasi sebagai hewan.

Oleh karena itu kakak adik yang masih belum menjadi vegetarian, jangan lagi mengkonsumsi hewan-hewan yang terbang di udara, yang merangkak di daratan dan yang renang di dalam air, baikkah? 

Bagi kakak adik yang sudah bervegetarian harus sering mendengarkan hakekat kebenaran, setelah mendengarkan hakekat kebenaran baru dapat menjelaskannya, kelak baru dapat membimbing keluarga kalian, kakak adik, family dan teman baik, belajarlah untuk menjelaskan. Dalam satu keluarga jangan hanya anda seorang yang vegetarian, anda juga harus membimbing agar orang-orang yang ada di sekeliling anda segera bervegetarian, sekeluarga sama-sama membina diri, sama-sama melunasi hutang karma.

Semua makhluk hidup, hewan saat mati sangatlah menderita, kakak adik tidak melihat langsung bagaimana jeritan para hewan saat disembelih, setiap orang sudah seharusnya mempunyai hati yang welas asih. Kalian tidak melihat langsung bagaimana sosok hewan saat disembelih, daging yang kalian beli dari super market, tak nampak betapa mengerikan saat hewan-hewan itu dibunuh, sebenarnya kalian sudah bisa membayangkan pemandangan itu, tidak harus melihatnya sendiri!

Hewan juga termasuk makhluk hidup, hewan juga merupakan sebuah jasmani, hanya jasmaninya tidak berbentuk manusia, tapi berbentuk hewan, sebenarnya mereka adalah manusia yang tubuhnya berbentuk hewan, lalu dimakan oleh manusia lagi, ini berarti manusia makan manusia! Makan manusia yang berbentuk hewan, ini tidak seharusnya, ini melanggar asas langit dan bumi.

Lagi pula, hewan itu sendiri juga mempunyai hutang karma mereka sendiri, mereka juga bisa sakit, jasmaninya juga mempunyai system pencernaan, sistem pembuangan, sama dengan jasmani manusia, oleh Karena itu, jika kakak adik makan mereka, berarti bakteri , racun dan virus yang ada dalam tubuh mereka, semuanya kalian makan masuk ke dalam tubuh kalian, oleh Karena itu, jangan makan daging makhluk hidup lagi.

     Source : David The

Minggu, 13 September 2020

Ramalan Dan Hidup Sekarang

RAMALAN DAN HIDUP SEKARANG
(Bhante Sri Pannyavaro Mahathera)

Banyak orang ingin mengetahui apa yang terjadi pada hari depan bagi kehidupannya. Oleh karenanya ramalan tentang hari depan menjadi sangat menarik.

Pada waktu Pangeran Siddhartha masih berusia 5 hari ayah Beliau, Raja Suddhodana, mengundang 108 peramal untuk meramalkan hari depan Sang Pangeran. Dikisahkan 100 peramal berdiam diri karena sulit meramalkan yang akan terjadi kemudian bagi kehidupan Sang Bayi. Tujuh peramal mengangkat dua jarinya dan meramalkan bahwa ada dua kemungkinan: Pangeran akan menjadi raja dunia atau mencapai pencerahan sempurna sebagai pertapa. Tetapi, hanya satu peramal termuda yang menaikkan hanya satu jarinya dengan menyatakan bahwa Pangeran pasti mencapai pencerahan sempurna menjadi Buddha, Pangeran tidak akan menjadi cakrawarti (raja dunia). Peramal termuda yang memastikan Sang Pangeran menjadi Buddha itu bernama Koṇḍañña.

Pada waktu Koṇḍañña kemudian mengetahui bahwa ternyata benar Pangeran Siddhartha meninggalkan istana untuk menjadi pertapa di usia 29 tahun, maka Peramal Koṇḍañña bersama dengan 4 temannya, anak-anak di antara 107 peramal yang diundang ke istana dulu menemani Pangeran Siddhartha yang bertapa amat keras di hutan Uruvelā. Mereka ingin mendapatkan ajaran paling awal nanti setelah Pangeran mencapai pencerahan sempurna.

Akan tetapi, setelah Pertapa Siddhartha meninggalkan cara bertapa ektrem yang nyaris membawa kematian itu dengan mengambil makanan sederhana untuk memulihkan kondisi badan, Koṇḍañña bersama 4 temannya meninggalkan Beliau. Mereka berpendapat bahwa Pertapa Siddhartha sudah gagal.

Peramal Koṇḍañña tidak konsisten dengan ramalan sendiri yang memastikan bahwa Sang Pangeran pasti menjadi Buddha. Tetapi, ramalan Koṇḍañña itu memang terbukti benar. Pangeran Siddhartha mencapai Pencerahan Sempurna menjadi Buddha pada usia 35 tahun.

Ternyata ada peramal yang bisa meramalkan dengan jitu kehidupan seseorang atau peristiwa yang akan terjadi, akan tetapi peramal itu sendiri kemudian tidak yakin bahwa ramalannya benar sebelum peristiwanya terjadi.

Ada juga para peramal yang sangat yakin akan ramalan kejadian-kejadian di hari kemudian tetapi ternyata ramalannya itu tidak pernah terjadi. Para peramal yang ramalannya tidak terbukti tersebut kemudian bersyukur bahwa peristiwa buruk yang akan terjadi itu bisa dihindari, tidak sampai terjadi. Mereka menyatakan berlega hati.

Pada masa pandemi COVID-19 ini banyak ramalan tentang berbagai peristiwa yang akan terjadi. Ada ramalan yang dikaitkan dengan prakiraan sain dan ada ramalan yang sepenuhnya metafisika. 

Perlu dipahami bahwa ada dampak kejiwaan (psikologis) dan juga dampak sosial atas ramalan-ramalan tersebut. 

Apabila diramalkan bahwa peristiwa baik akan terjadi, maka timbullah sukacita pada diri seseorang atau kelompok masyarakat. Tetapi, setelah lama ditunggu-tunggu ramalan itu tidak kunjung tiba, maka timbullah kekecewaan yang hebat. Bukankah harapan yang tidak terjadi adalah sebab penderitaan.

Namun sebaliknya, apabila ramalan itu buruk. Sebelum kejadian yang buruk itu terjadi, mungkin seseorang bisa bersiap-siap meskipun ala kadarnya, akan tetapi berhari-hari atau berbulan-bulan bahkan lebih sebelum petistiwa buruk terjadi, pikiran seseorang atau masyarakat sudah dicengkeram dulu oleh ketakutan. Kecuali, yang menerima ramalan buruk itu adalah orang suci yang pikirannya sudah bersih dari kotoran (kilesa), ia tidak akan was-was sedikit pun.

Apabila kemudian ternyata ramalan buruk itu tidak terjadi, dan disyukuri oleh semuanya baik peramal maupun yang diramal, ramalan buruk yang tidak terjadi itu pun sudah menciptakan rasa takut pada diri seseorang atau kelompok masyarakat untuk waktu cukup lama. 

Sesungguhnya menyebabkan rasa takut pada seseorang adalah perilaku tidak terpuji.

Para peramal harus mempertimbangkan kondisi psikologis masyrakat. Sampaikan ramalan yang mungkin diyakini pasti benar untuk peristiwa yang buruk ataupun yang menyenangkan dengan kalimat yang bijak. Tidak sembrono bercerita.

Setiap orang hendaknya berusaha berbuat  kebaikan dan juga berusaha memberikan dorongan semangat kepada yang lain untuk berbuat baik juga, kapan pun, tidak bergantung pada ramalan.

Berbuat baik itu adalah: memberikan bantuan kepada yang memerlukan, menjaga diri sendiri jangan sampai berbuat buruk, dan berusaha membersihkan pikiran dengan meditasi. Selalu siap menerima perubahan apa pun.

Guru Agung Buddha Gotama menyatakan bahwa:

Yang lampau memang sudah lewat, jangan dirisaukan.
Yang akan datang benar-benar belum terjadi , jangan dikhawatirkan.

Hiduplah sekarang dengan kesadaran dan kebijaksanaan (sati sampajaññā)

Minggu, 30 Agustus 2020

Pertengkaran Suami Istri

Pertengkaran suami-isteri

Ada sepasang suami istri, di mana keduanya sama-sama bekerja sebagai operator telpon pada call center di bank.

Suatu hari keduanya bertengkar, sang suami lalu keluar sambil membanting pintu.

Malamnya, sang istri menghubungi ponsel sang suami.
 
Sang suami dengan suara ketus menjawab: “Helo! Di sini adalah hotline ‘cerai yah cerai’. Jika anda mengaku salah, silahkan tekan 1; jika bersikeras mau cerai, silahkan tekan 2; jika ingin memukul orang, call center ini akan membantu anda menghubungi 110.”

Sang istri dengan perasaan marah memutuskan hubungan telpon.

Tengah malamnya , sang suami pulang ke rumah dan menemukan pintu dikunci dari dalam dan terpaksa menelpon ke sang sitri.

Terdengar sang istri dengan suara dibuat-buat berkata: “Helo! Ini adalah hotline ‘siapa takut siapa’. Jika ingin masuk rumah, silahkan gunakan dengkul untuk bersujud pada papan cuci; Jika ingin cerai, silahkan gunakan dengkul untuk bersujud pada mainboard komputer; Jika anda merasa kurang cocok, call center ini akan membantu anda menghubungi 119.” 

Pernah sekali lagi terjadi pertengkaran dan keduanya tidak mau saling berbicara lagi antara satu sama lainnya, sehabis makan malam, sang suami langsung masuk ke kamar dan tidur.

Sang istri berjalan sampai ke depan ranjang dan menemukan secarik kertas di atas meja kecil samping ranjang, di atas kertas tertulis: “Ibunya anak-anak, harap besok pagi jam 07.00 bangunkan aku. Dari ayahnya anak-anak.”

Keesokan paginya ketika sang suami bangun tidur, ternyata sudah hampir jam 09.00. Dia menemukan di atas meja kecil bertambah secarik kertas, setelah dilihat ternyata tertulis: “Ayahnya anak-anak, bangun, bangun, sudah jam 07.00. dari ibunya anak-anak.”
 
Akhirnya suatu saat mereka bertengkar hebat, sang istri lalu mengusulkan: “Aku ada dua rancangan yang bisa mengakhiri pertengkaran ini. Pertama kita berdua harus mengakui bahwa aku yang benar.”

“Lalu apa yang kedua?” Tanya sang suami.

Sang istri: “Kalau tidak, kita berdua mengakui bahwa engkau yang salah.”

Memang terdengarnya sangat lucu, tetapi kehidupan nyata adalah demikian, suami istri pada dasarnya berasal dari keluarga dan latar belakang yang berbeda, ketika hidup bersama tentu saja sulit dihindari akan ada perbedaan pandangan.

Seandainya dua belah pihak mau mengalah selangkah, diyakini kalau pertengkaran akan dapat diselesaikan dengan baik, akan tetapi bila kedua belah pihak bersikeras terus, maka sebagai suami harus mengalah dulu, bukan kenapa-kenapa, hanya dikarenakan anda adalah KEPALA KELUARGA.

Kata perenungan Master Cheng Yen: “Jangan hanya mengejar kehidupan kaya materi bagi keluarga, semestinya lebih mengutamakan komunikasi batin dalam keluarga agar hubungan orangtua dan anak, suami dan istri lebih harmonis dan bahagia.”

夫妻吵架

有一對夫妻,兩人都是銀行的電話客服專員。

一天兩人吵架,丈夫摔門而去。

傍晚,妻子撥通了丈夫的手機。

丈夫沒好氣地說:「您好!這裡是『離就離』服務熱線。低頭認錯,請按1;堅決離婚,請按2;想打人,本服務台為您轉接110。」

妻子氣得掛了電話。

深夜,丈夫回家,發現門被反鎖了,只能撥打妻子的手機。

只聽妻子用假嗓子說:「您好!這裡是『誰怕誰』服務熱線。想回家,請用膝蓋跪洗衣板;想離婚,請用膝蓋跪電腦主機板;若您有不適,本服務台為您轉接119。」

又有一次夫婦吵架了,兩人都不講話,丈夫吃完晚飯就到臥室休息了。

妻子走到床前,在旁邊的小桌子上發現了一張紙,上面寫著:「孩子的媽,——早上七點叫我起床。——孩子的爸。」

第二天早上,丈夫醒來,卻發現快九點了——抬頭看到桌子上多出了一張紙,拿了過來,上面寫著:「孩子的爸,——起床囉,已經七點了。——孩子的媽」。

後來雙方爭吵得很厲害時,妻子便提出建議:「我有兩個方案可以結束這場爭吵。一個是,要麼我們都承認是我對了。」

「另一個呢?」丈夫問。

妻子:「要麼我們都承認是你錯了。」

聽起來好笑,但是生活上的確是這樣子,夫妻兩人本來就是來自不同的家庭與生長背景,一起生活難免會有意見相左的時候。

如果雙方願意都退一步,相信爭吵就會能夠化解,當雙方都堅持不下的時候,丈夫要願意先站出來,不為什麼,因為你是家中的頭!

證嚴上人靜思法語:「家庭不能只追求豐富的物質生活,應著重心靈溝通,使親子、夫妻間和諧、圓滿。」

Sabtu, 22 Agustus 2020

Daftar Ratusan Kesalahan Manusia

Setiap Hari Memahami Kesalahan Diri 
Setiap Hari Mengoreksi Diri


Fondasi mengoreksi diri:

  • Tahu Malu : Karena tahu merasa malu bila berbuat kesalahan/kejahatan, maka akan menumbuhkan ketekunan dan keberanian.
  • Rasa Takut : Takut berbuat kesalahan/kejahatan akan menumbuhkan ketulusan dan rasa hormat.
  • Pantang Mundur : Pantang mundur akan menumbuhkan kekuatan motivasi diri.
Cara Mengoreksi diri:

  • Dari faktor masalahnya/gejalahnya:
Cara ini hanya memaksakan diri, tidak dapat mengoreksi diri sampai ke akar-akarnya

  • Dari faktor pengertian tentang kebenaran:
Cara ini dapat memahami keadaan sebenarnya, maka tidak akan berbuat kesalahan lagi.
  • Dari faktor hati:
Dengan cara ini setiap saat hanya berbuat dan berfikir yang baik, maka akan menumbuhkan pikiran dan perbuatan yang tepat dan benar

Daftar Ratusan Kesalahan: 

  1. Pagi hari adalah saat yang terpenting dalam sehari. Setiap hari bangun tidak merasakan kegembiraan dan bersyukur untuk menyongsong hari yang baik ini serta tidak memotivasi diri bahwa harus berbuat satu jenis kebajikan dan hidup disiplin.
  2. Saat bekerja dan istirahat tidak beraturan tidak memelihara kebiasaan yang baik dalam hal makan, minum, dan kehidupan yang sehat.
  3. Tidak berpakaian rapi, bersih, dan sederhana, tidak berdandan apa adanya, tidak berprilaku anggun. Telah berdandan keterlaluan dan berambut aneh, berpakaian dan perilaku melanggar tata krama.
  4. Sambil jalan, sambil makan atau sembarangan meludah dan tidak menjaga kebersihan rumah/kantor/tempat umum. Sembarangan membuang sampah dan puntung rokok mengotori lingkungan.
  5. Di tempat umum/kendaraan umum tidak rela memberi tempat duduk umtuk orang lanjut usia, cacat atau hamil.
  6. Bersifat jorok atau bersih ekstrim, tidak memelihara kebersihan dan kerapihan sehingga menyebabkan lingkungan hidup menjadi kotor dan berantakan.
  7. Tidak langsung memungut atau membuang sampah di lantai, tidak memelihara kebersihan lingkungan pribadi, keluarga, kantor atau pabrik.
  8. Menyetir mobil/motor saat mabok yang dapat merugikan diri dan orang lain, membuat knalpot motor/mobil berbunyi keras yang membisingkan ketenangan, membiarkan knalpot mengeluarkan asap tebal yang mencemarkan udara.
  9. Tidak menuruti peraturan lalu lintas dan tidak sabar, tidak mau memberi jalan kepada kendaraan/motor lain/pejalan kaki.
  10. Tidak taat peraturan di tempat umum, kekurangan etika umum, seperti membuat kebisingan, merokok, keluar masuk tempat ilegal.
  11. Pecandu obat terlarang atau menjadi pengedar yang sangat merugikan diri dan orang lain, melakukan hal yang melanggar hukum dan kebiasaan alam.
  12. Mempunyai kebiasaan buruk berupa merokok, minum arak, makan pinang.
  13. Tidak memasak di rumah sendiri, selalu makan diluar rumah dan memesan makanan yang berlebihan dan yang mewah serta tidak dihabiskan. Tidak tahu menghargai makanan dan menghemat; Demikian juga halnya di pesta atau pertemuan makan bersama mengambil makanan yang diluar kemampuan diri menyantapnya, dibuang begitu saja dan tidak menghabiskan minuman sampai tetes terakhir ( Janganlah membuang makanan/minuman, karena akibatnya kelak anda harus mencari dan mengorek sendiri makanan dari sampah untuk isi perut diri sendiri. Ingat Hukum Sebab Akibat dan Reinkarnasi).
  14. Mengadakan upacara pernikahan/HUT/duka cita mewah hanya untuk kepentingan penampilan (untuk pandangan orang luar saja) yang menghambur hamburkan uang banyak.
  15. Mengobrol di telepon, tidak berbicara yang penting saja sehingga menyia-nyiakan pemakaian pulsa, waktu dan menghalangi pengguna lain. Tidak/lupa mematikan saluran air serta lampu yang tidak diperlukan, tidak tahu menghemat energi.
  16. Tidak bersemangat kerja, sehingga tidak konsentrasi dan bermalas-malasan saat bekerja di kantor, sebagai murid/mahasiswa/i tiak tekun dan konsentrasi saat belajar di kelas, selalu malas, bolos dan lengah, sehingga menyia-nyiakan uang dan menghancurkan harapan orang tua(menjadi anak durhaka).
  17. Sebagai pegawai selalu terlambat kekantor, tidak tanggung jawab dalam pekerjaan dan kerja sembrono, bolos/mencuri jam kantor malah menggunakan perlengkapan kantor untuk mengerjakan pekerjaan pribadi yang menghasilkan keuntungan pribadi. Tidak berkeinginan baik dan tidak bekerja secara efektif dan efisien.
  18. Malas, mengejar kenikmatan yang semu, bersifat berfoya-foya.
  19. Tidak menghargai rezeki, membuang makanan atau barang yang masih baik/bisa di pakai.
  20. Tidak mempertahankan dan menerapkan sifat luhur, rajin, hemat, sederhana, tahu budi balas budi, tahu malu, bakti, setia dan sebagainya yang harus dimiliki seorang manusia.
  21. Membohongi bahkan menipu orang tua, guru, tetua atau atasan.
  22. Sebagai anak tidak melapor orang tua saat keluar/pulang rumah, sehingga merisaukan orang tua, tetua; tidak tahu mnghargai diri, membuat masalah di luar yang membuat orang tua putus asa.
  23. Sembrono bergabung dengan organisasi/kelompok sesat yang mengkhawatirkan orang tua dan guru.
  24. Tidak berbakti kepada orang tua, tidak merawat dan mengurus mereka, membentak, melawan bahkan memukuli orang tua.
  25. Tidak tahu membalas budi orang tua/guru/tetua yang membiayai dan atau mendidik kita sampai lulus pendidikan malah meremehan orang tua/guru,tidak tahu kewajiban sebagai seorang anak didik/murid.
  26. tidak menghormati guru, tidak mendengarkan nasihat guru, bersikap angkuh sombong, malah berbahasa kasar, dendam, dan susah dibimbing/dinasehati.
  27. Tidak tahu bersyukur dan berterima kasih kepada orang tua atas budi besar mereka sehingga tidak diperlukan dengan penuh rasa bakti dan hormat. Tidak menghargaibudi besar guru dan ajaran suci yang diberikan sehingga tidak menghormati merka dengan tulus.
  28. sebagai orang tua tidak menjadi teladan bagi anak sendiri agar hidup dengan rajin, hemat, sederhana, bakti, sopan santun, tahu malu serta budi luhur lain dan menjalaninya dengan baik malah membimbing anak menjadi pemboros , hidup mewah dan durhaka (salah asuhan).
  29. Selaku guru lalai tidak mengajarkan pendidikan moralitas, tata krama, lebih-lebih lagi guru sendiri, tidak menjalankan etika sopan santun, tata krama dan moralitas. Tidak menjadi teladan bagi murid.
  30. Dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari tidak menerapkan hubungan: Orang tua welas asih, anak-anak berbakti, kakak mencintai adik, adik menghormati kakak, suami istri hidup rukun harmonis, dalam keluarga tidak dapat hidup damai.
  31. Antara kakak dan adik, mertua dan menantu, kakak ipar, adik ipar, tidak dapat hidup harmonis, selalu bertengkar dan banyak konflik, iri dan dengki.
  32. Suami istri selalu bertengkar, seenak nya bercerai, sehingga rumah tangga hancur yang menjadi masalah besar dan berat bagi masyarakat dan negara.
  33. Bila bertemu kolega, teman, tetangga, kenalan, tidak inisiatif/menyapa atau memberi senyum yang manis, tidak dapat hidup rukun dengan tetangga tidak saling menjaga dan merawat.
  34. Tidak menghormati orang lanjut usia/ merawat anak-anak kecil, tidak membantu yang cacat, yang tua dan lemah serta yatim piatu.
  35. Sesama teman tidak dapat memegang janji malah menghianati, tidak dapat bergaul baik dengan teman, tidak bersifat rendah diri, tidak bersemangat bekerja kelompok dan tidak sportif.
  36. Melanggar janji, bersifat sombong, berakal licik, suka mengakali orang dan mengambil keuntungan dari orang lain/kantor/rekan, maunya sendiri mendapat keuntungan yang lebih besar.
  37. Kurang percaya diri, selalu mundur bila ada tantangan, Tidak berpersepsi optimis untuk menghadapi kehidupan.
  38. Tidak dapat mengatur pengeluaran sesuai pemasukan, Tidak dapat menghemat pengeluaran, Tidak menanam kepercayaan kepada orang lain.
  39. Terlalu meterealistis, mengabaikan pemeliharaan kepribadian luhur, batin tidak ada tempat berlindung, selalu hidup dalam kerisauan.
  40. Hidup yang ketat, stress, selalu gelisah, tidak dapat menggunakan bacaan yang baik, kesenian untuk memelihara batin.
  41. Tidak dapat menggunakan hati yang damai untuk menghadapi kehidupan sehari-hari, Terlebih-lebih dalam menghadapi hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan.
  42. Sepanjang hari terlena oleh TV, permainan elektronik, Internet, Menonton Film/siaran yang merugikan badan dan batin atau film porno, sehingga membangkitkan nafsu birahi dan pikiran sesaat.
  43. Masih muda tidak mau sekolah dan mempelajari sejenis keahlian, segan akan kesulitan dan takut menderita, rakus akan kesenangan, menyia-nyiakan waktu, merusak masa depan sendiri.
  44. Malas bekerja hanya mau bersenang-senang, tidak mengerjakan satu usaha/pekerjaan yang baik, hidup dalam kemesuman, tidak bercita-cita luhur, semangat runtuh, suka minum, selalu hidup dalam khayalan.
  45. Menggunakan minuman beralkohol untuk membangkitkan keberanian berbuat hal-hal yang melawan etika, mencelakai orang, berzinah dan membuny=uh sehingga membawakan malapetaka bagi orang lain.
  46. Bersifat kasar dan bengis, sangat subyektif, tidak mau menerima nasihat, berniat sesat, licik dan menipu, berbuat segala kejahatan, tidak mau bertobat.
  47. Tidak dapat membedakan mana yang betul dan mana yang salah, mana yang sesat dan mana yang benar, menganggap yang salah adalah betul, yang sesat adalah benar, selalu bergaul dengan orang jahat membuat kejahatan, masih menganggap diri adalah benar dan sok.
  48. Biarkan hati ini berubah mengikuti perubahan lingkungan, tidak mengerti bahwa hukum kebenaran alam tidak pernah berubah, sendiri malah tidak sadarkan diri bahwa hati ini telah berubah mengikuti arus sesat.
  49. Ajaran sesat merajalela, kita tidak ada kebijaksanaan untuk membedakan dan mengenalnya, tidak dapat mempertahankan moralitas dan sifat luhur asal, malah turut mengikuti dan menganggap diri adalah hebat dan modern.
  50. Hidup dalam kebebasan, berbuat sewenang-wenang dan semau kehendak, tidak taat etika dan hubungan darah, tidak menjunjung tinggi moralitas dan tata krama, mengikuti arus mengejar yang sesat; sendiri bukan orang bijak malah berani menasehati orang dengan nasihat yang salah sehingga membuat orang melakukanhal-hal yang melawan etika dan moralitas dan menjerumuskan orang ke jurang penderitaan.
  51. Membunuh, melukai dan mencelakakan makhluk hidup, tidak melindungi dan mengasihi jiwa makhluk lain.
  52. Merahasiakan/menyembunyikan ilmu yang dapat menguntungkan orang banyak, menghalangi arus tersebarnya keahlian/hal yang baik.
  53. Teknologi yang diciptakan tidak digunakan untuk kesejahteraan manusia dan alam semesta, malah menggunakan nya untuk merusak/mencemarkan lingkungan, merugikan dan mencelakakan kelangsungan hidup manusia dan mahluk lain.
  54. Menggunakan cara yang illegal untuk mendapatkan keuntungan yang bukan haknya sendiri. Untuk mendapat penghasilan tidak berdasarkan semboyan bahwa "manusia sejati menerima keuntungan dengan cara yang tepat serta benar yang merupakan hak nya".
  55. Dalam hal keuntungan dan jasa hanya mementingkan keuntungan diri, tidak menghiraukan kerugian orang lain, walaupun terhadap sanak saudara sendiri, mengabaikan moralitas dan etika, rakus tidak pernah puas akan kekayaan dan reputasi. Dengan akal licik memanipulasi uang kantor/orang yang memberi budi/membantu sehingga kita berhasil.
  56. Mengambil/menggunakan barang orang tanpa persetujuan pemilik, mencuri, merampok. Dengan cara menipu untuk memperoleh hak milik orang lain.
  57. Dengan kekerasan, kekuasaan untuk merampas hak milik orang lain, menyandera orang bahkan membunuh untuk mendapatkan uang, berbuat hal yang sangat melawan kehendak Yang Maha Kuasa.
  58. Dengan kekuasaan/secara paksa untuk mendapat keuntungan raksasa, KKN, memakan uang negara yang merupakan kekayaan milik rakyat/ uang perusahaan [Anda harus sadar bahwa sangat merugikan diri bila memakan uang negara, karena ini berarti anda berutang kepada seluruh rakyat negara dan kelak (kelahiran yang akan datang) akan diikat oleh alam dengan bunga yang sangat tinggi, harus ingat dan percaya akan reinkarnasi].
  59. Menggunakan uang perusahaan/Negara atas nama kepentingan perusahaan/negara, tapi sebenarnya untuk keuntungan/kepentingan pribadi sendiri, sehingga merugikan perusahaan/negara.
  60. Merampas/membajak hak cipta orang lain untuk keuntungan diri.
  61. Dengan cara illegal untuk memperoleh promosi/suatu jabatan

Jumat, 29 Juni 2018

Menabur Pikiran Positif



Ada Pepatah Mengatakan:
Menabur Dalam *PIKIRAN* Akan Menuai *TINDAKAN*,

TINDAKAN Akan Melahirkan KEBIASAAN.

KEBIASAAN Akan Membuahkan KARAKTER..

PIKIRAN Kita Seperti Tanah, Tanah Tdk Pernah Peduli Terhadap Jenis Benih Apa Yg Hendak Kita Tanam.

Jika Kita Menabur Benih Jagung, Tanah Akan Meresponsnya, Lalu Menumbuhkan Jagung.

Apapun Yg Kita Tanamkan Dlm PIKIRAN,  PIKIRAN Kita akan segera Menerima, Merespon & Menumbuhkannya.

Sadar Atau Tidak, Sering Kali Kita Memperkatakan Hal2 Buruk Ttg Diri Kita Sendiri, Misalnya:

- Hidupku Penuh Masalah,
- Aku Tidak Akan Berhasil,
- Sakitku Tidak Akan Sembuh
- Masa Depanku Suram, Hidupku Cape Dech,dsb.

Hal2 Negatif Yg Kita Ucapkan Itu Akan Direspons Oleh PIKIRAN Kita Dlm Bentuk Sikap & Tindakan, yg Pada Gilirannya Akan Menghasilkan Sesuatu Yg Sama Seperti Yg Kita Tanamkan Dlm PIKIRAN Kita.

Oleh Sebab Itu, TANAMKAN Hal Yg POSITIF di Benak Kita, Maka Kita Akan Menjadi Luar Biasa.
Dan Pelihara Pikiran Yg BAIK & BENAR.

PIKIRAN POSITIF YANG HARUS DENGAN KEARIFAN BISA MEMBEDAKAN MANA YANG BAIK & BENAR.

Mari BIASAKAN Utk Selalu Berpikir:
-Saya Sangat Beruntung.
-Hidupku Penuh Berkah.
-Saya PASTI Mampu Mengatasi Masalah Ini !
-Masa Depanku PASTI Cerah !
-Hari Ini Saya PASTI Penuh Semangat !
-Saya Sangat Bersyukur Pada Tuhan Atas Apa Yg Saya Miliki Saat ini.
-Saya akan Berjuang & Berjuang Terus !
-Tuhan *PASTI* Buka Jalan !

Hidup adalah permainan pikiran, kalau kita bisa  mengelola pikiran kita, maka hidup Kita akan BAHAGIA.

Manage pikiran dengan baik. Hiduplah dengan ketenangan agar kita mampu mengelola Pikiran kita.

HATI yang baik itu seperti KEBUN,
PIKIRAN yg baik itu AKAR NYA,
PERKATAAN yg baik itu Bunganya.
PERBUATAN yg baik itu BUAHNYA.
----------
Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu,
pikiran adalah pemimpin,
pikiran adalah pembentuk.
Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni,
maka kebahagiaan akan mengikutinya,
bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.
------------------
Salam damai sejahtera.Selamat malam..🙏😁
Namo Buddhaya 🙏😊

Percaya atau Tidak?


PERCAYA atau TIDAK?

佛说:Budha berkata :

今生的妻子,前世你埋的人,来还未报的恩。
Istri mu di kehidupan sekarang ini adalah berasal dari seseorang yg pernah kamu kubur di kehidupan mu di masa lalu... Saat ini dia terlahir sbg istri adalah utk membalas budi mu..

今生的儿子,前世你的债主,来追未还的债。
Anak laki2 mu di kehidupan saat ini adalah berasal dari seseorang yg ada hutang piutang dgn mu di masa lalu....dia datang utk menagih utang mu kepada nya atau pun dia datang utk membayar hutang nya kepada mu

今生的女儿,前世你的情人,来了未了的情。
Anak perempuan mu saat ini adalah kekasih mu di kehidupan masa lalu....dia datang utk menyambung cinta kasih bersama mu...

今生的情人,是前世的夫妻,来续未尽的缘。
Seseorang yg sangat kamu cintai saat ini adalah istri mu di kehidupan masa lalu....kalian bertemu utk menyambung kembali jodoh yg belum sempat selesai di kehidupan masa lalu....

今生的红颜,是前世的兄妹,来交未完的心。
Seorang yg menjadi sahabat karib/sahabat sejati mu saat ini adalah seseorang yg pernah menjadi saudara kandung mu di kehidupan masa lalu..

今世大贵之人,是前世的大善之人,来收前世结的德。
Seseorang yg telah banyak membantu mu saat sekarang adalah seseorang yg sangat baik kepada mu di masa lalu....kalian berjumpa utk menyambung kebajikan di masa lalu

这不是迷信,是因果,是定数 。
Ini semua bukan lah hanya sebuah kepercayaan tahyul (mistik)....akan tetapi.. semua ini adalah berasal dari hukum karma/ hukum timbal balik/ hukum tabur tuai

佛说:若无相欠,怎会遇见
Budha berkata : apabila tdk pernah ada saling berhutang piutang di kehidupan masa lalu....maka pertemuan dikehidupan sekarang ini juga tdk akan pernah terjadi .....

Sehat, Bahagia, Damai, Makmur, Panjang Umur untuk Anda semua.

Selasa, 04 April 2017

Indah karena dihadapi dgn kesusahan

Ketika Gelap,
baru tersadarkan apa arti dari Terang.

Ketika Kekeringan,
baru tersadarkan betapa berartinya Air.

Ketika Kehilangan,
baru tersadarkan arti dari Memiliki.

Ketika Sakit,
baru tersadarkan apa arti dari Kesehatan.

Ketika Berpisah,
baru tersadarkan arti dari Kebersamaan.

Ketika akan Mati,
baru tersadarkan arti dan indahnya Kehidupan.

Sungguh disayangkan "kesadaran" itu selalu datang Terlambat... .

Bukan Kejadian yang membuat kita Bahagia / Sedih
tetapi saat harus Memilih diantara keduanya.

Kemarin sudah tiada,
esok belumlah tiba,
kita hanya punya 1 hari yaitu hari ini.

Jangan sesali yang telah berlalu...
itu perbuatan sia-sia.

Yakini bahwa Kebahagiaan
adalah hasil dari Memberi dan Melayani.

Tidak mungkin akan timbul kebahagiaan diatas penderitaan orang lain.

Syukurilah apa yang telah dimiliki,
agar kebahagiaan selalu berada di sisi kita.

Jangan cari Kesempurnaan
tetapi Sempurnakanlah Yang Telah Ada.

Dalam kehidupan NYATA. Kadang kita suka mempermasalahkan hal yg KECIL,
yang tidak PENTING, sehingga akhirnya merusak NILAI yang BESAR.

Persahabatan yg INDAH selama puluhan tahun BERUBAH menjadi permusuhan yg HEBAT hanya karna SEPATAH kata PEDAS yg tidak DISENGAJA. .

Keluarga yg RUKUN dan HARMONISpun bisa HANCUR hanya krn perdebatan KECIL yg tidak PENTING.

Yang REMEH kerap dipermasalahkan,
yg LEBIH penting dan berharga LUPA dan TERABAIKAN.

Seribu KEBAIKAN sering tidak BERARTI.
Tapi SETITIK kekurangan DIINGAT seumur hidup.

Mari belajar MENERIMA kekurangan apapun yg ada dlm kehidupan kita. Bukankah tak ada yg SEMPURNA di dunia ini...??? .

SEHATI bukan krn MEMBERI, tapi sehati krn saling MEMAHAMI.

BETAH bukan krn MEWAH, tapi betah krn saling MENGALAH.

BERSAMA bukan karna Harta Dunia,
tapi bersama karena SALING MENGISI.

INDAH bukan krn selalu MUDAH,
tetapi INDAH krn dihadapi bersama setiap KESUSAHAN