Translate

Sabtu, 23 Januari 2016

"Guru, kenapa begitu sulit menyembuhkan luka hati ini? Semua upaya menghibur diri seakan tidak berguna."
°
"Anakku, bahkan luka di kulit tubuhmu tidak akan mudah sembuh jika tidak menjaga kebersihannya. °
Apalagi jika kau malah mengijinkan berbagai kotoran berkuman menempel padanya, maka dia menjadi luka yang kian sulit disembuhkan."
°
"Begitupun luka batin. Bila kau tidak menjaga kebersihan hatimu dari berbagai pikiran yang kotor oleh kegelapan ego negatif, apalagi mengijinkan berbagai virus bisikan org2 sekitar yg jahat memasuki batinmu, niscaya kian sulitlah ia tersembuhkan."
°
"Rasa sakit hati menghadirkan kemarahan, kemarahan menumbuhkan kebencian, kebencian menciptakan dendam, dan dendam akan memelihara rasa sakit itu di dalam."
°
MA'AFKAN APA YG TIDAK BISA KAU LUPAKAN, DAN...
LUPAKAN APA YG TAK BISA KAU MA'AFKAN.
°
Keikhlasan menerima dan melepas rasa sakit, memudahkan kesembuhan batin yang terluka, Anakku."
°
Tetaplah menjadi Baik sampai Akhir.

Sabbe satta bhavantu sukhitata...
Semoga bermanfaat 🙏

Selasa, 12 Januari 2016

Ini tulisan yg sangat bagus. 
Saya tidak bosan-bosannya membaca :

Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama & sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi & disegani banyak orang.
Mereka tahu aturan makan table manner di restoran mewah.
Tapi tidak canggung makan di warteg kaki lima.
Mereka sanggup beli barang-barang mewah.
Tapi tahu mana yang keinginan dan kebutuhan.
Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota.
Tapi santai saja saat harus naik angkot kemana-mana.
Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan.
Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan.
Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja.
Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah.
Mereka tidak norak saat bertemu orang kaya.
Tapi juga tidak merendahkan orang yg lebih miskin darinya.

Mereka mampu membeli barang-barang bergengsi.
Tapi sadar kalau yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas & kapasitas
dirinya, bukan dari barang yang dikenakan.
Mereka punya..
Tapi tidak teriak kemana -mana.
Kerendahan hati yang membuat orang lain menghargai dan menghormati dirinya.

Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan & etika tata krama.

Hal hal sederhana tentang kesantunan seperti : Pamit saat pergi dari rumah, permisi saat masuk ke rumah temen (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang tidak punya sopan santun, tidak menyapa orang orang yang ada di rumah itu), kembalikan pinjaman uang sekecil apapun, berani minta maaf saat ada kesalahan & tahu berterima kasih jika dibantu sekecil apapun. Kelihatannya sederhana, tapi orang yang tidak punya attitude itu tidak akan mampu melakukannya.

Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir di keluarga yang kaya atau cukup.

Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika tata krama & kesederhanaan.

Karena ini jauh lebih mahal dari pada sekedar uang. 🏼

Senin, 11 Januari 2016


Pelajaran Dalam Hidup

Hidup memang tidak mungkin terlepas dari Kesulitan Hidup
Sang Buddha pun pernah mengatakan bahwa hidup adalah :
Rangkaian dari Perbuatan Baik dan Buruk yang sudah kita lakukan, sejak masa lampau hingga saat sekarang.
Sejak lahir di dunia sampai saat ini, kita sudah menghadapi banyak kejadian, ada yang menyenangkan dan ada yang menyusahkan hati.

Nasib orang pun berbeda-beda, bahkan nasib dua orang anak kembar pun berbeda, inilah yang dikatakan sebagai Karma.
Setiap orang memiliki Karma masing-masing yang sudah ada dalam dirinya sejak beribu-ribu bahkan berkalpa-kalpa waktu yang lalu.
Sebagai orang yang percaya dengan ajaran Sang Buddha, sudah seharusnya menyadari hal ini, bahwa setiap orang memiliki Nasib dan Karma yang berbeda-beda.

Setelah menyadari adanya perbedaan Karma pada masing-masing orang, maka tidaklah mengherankan mengapa keadaan hidup kita tidak ada yang mutlak sama.

Ada yang lahir di keluarga kaya, miskin, ada yang lahir dalam keluarga pemarah, dan ada yang lahir dalam keadaan negara yang kacau balau, dan penuh dengan kebencian di antara orang-orang sekitarnya.

Dalam hidup ini kita tidak dapat lari dari Karma kita sendiri, karena Karma itu akan terus ada dalam diri kita sampai kapan pun juga, kecuali jika kita mau merubah Karma Buruk itu menjadi Karma Baik dan jika kita mau / berani untuk merubah kecenderungan sifat kita yang buruk.

Kita bisa merubah kesulitan yang ada sebagai obat yang dapat menyembuhkan, asalkan kita mau / berani menghadapi dan menyadari kesesatan jiwa kita, untuk kemudian berjuang merubahnya.
Setiap orang memiliki kecenderungan jiwa masing-masing, ada orang yang sejak kecil tidak pernah merasa puas dan selalu serakah, ada orang yang sejak kecil selalu memikirkan kepentingan orang lain, dan ada juga orang yang memiliki kecenderungan untuk marah setiap saat.

Kecenderungan jiwa setiap orang bisa dilihat dari caranya menerima masalah, caranya menghadapi masalah dan juga caranya memandang hidup.

Kecenderungan jiwa orang yang serakah adalah hanya memikirkan dirinya sendiri, demi kepuasannya sendiri, tanpa memikirkan orang lain, baginya hidup adalah untuk kesenangan pribadi dan orang lain adalah sarana untuk memenuhi kesenangannya.

Sebagai seorang yang percaya dengan ajaran Buddha, kita selalu dianjurkan untuk welas asih dan memikirkan kesulitan orang lain.

Istilah Maitri Karuna dalam ajaran Buddha (Mencabut penderitaan orang lain dan memberikan Kebahagiaan), pada dasarnya menjadi pegangan kita untuk bersikap dalam hidup ini.
Buddha tidak pernah berhenti memikirkan orang lain, sekalipun Buddha sedang mengalami kesulitan.
Sekarang coba kita ingat kembali bagaimana sikap kita selama ini, pada umumnya kita seringkali merasa hidup kita yang paling sulit, hidup rasanya sangat berat dan kita tidak henti-hentinya memikirkan kesulitan diri sendiri.

Padahal jika kita melihat sekeliling kita, masih banyak yang lebih sulit, bukankah itu menandakan kalau hidup kita masih sangat berarti, masih banyak orang lain yang perlu kita tolong dan kita berikan kebahagiaan.

Dalam ilmu Psikologi, juga ada satu teori yang membahas cara-cara menghadapi kesulitan yang rentan dengan stress bagi jiwa, yaitu :
Jika kita ingin mengurangi beban dalam jiwa, baik itu kesulitan ekonomi, masalah sekolah, putus pacar, dan sebagainya, ada baiknya jika kita berhenti sejenak memikirkan tentang kesulitan kita.
Kemudian kita mencoba menyadari kesulitan apa saja sebenarnya yang sedang kita alami, dan mencoba melihat kesulitan orang lain, baik yang kita kenal maupun tidak.

Dengan mencoba bersikap realistis dan sadar bahwa di dunia kita tidak sendiri dan bukan kita saja yang mengalami kesulitan, beban akan sedikit berkurang dan kesulitan dapat kita hadapi dengan tenang.

Selain itu ada juga penelitian seorang psikolog Amerika yang menemukan bahwa :
Kesulitan hidup akan terasa tidak berat lagi ketika kita berusaha untuk membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan.

Teori memang tidak semudah praktek pada kenyataannya, tetapi apa salahnya jika kita mulai berani untuk menghadapi kenyataan hidup, kenyataan bahwa hidup itu memang tidak mungkin terlepas dari kesulitan.

Kesulitan itu muncul ketika kita tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi dengan kenyataan yang kita inginkan.
Jadi, jangan takut untuk menjalani hidup ini meskipun kesulitan terus menerjang kita.

Namaste Sotthi Hontu...
Salam Sejahtera dan Selamat Pagi...
Semoga Bermanfaat...
Semoga Semua Makhluk Berbahagia...
Sadhu... Sadhu... Sadhu...


Bodhisattva takut akan sebab,
makhluk awam takut akan akibat.

Makhluk awam tahunya
cuma takut pada akibat perbuatan buruk,
tidak memahami bahwa akibat itu muncul dari sebab,

sehari-harinya tidak menjaga perbuatannya,
hanya mengejar kenikmatan sesaat,
padahal kenikmatan itu adalah sumber penderitaan.

Sementara Bodhisattva berbeda,
senantiasa mengendalikan diri, mawas diri tidak menanam sebab perbuatan buruk,
kalau tidak ada sebab yang buruk,
dari mana datangnya akibat yang buruk?
Kalau ada akibat buruk,
itu pasti berasal dari sebab buruk di masa lampau,
karena merupakan benih masa lalu, maka harus menuai akibatnya di masa kini,

sebab itu,
ketika akibat karma buruk itu datang,

maka diterima dengan lapang dada tanpa sedikitpun rasa takut,

inilah yang dinamakan mamahami dalil sebab akibat.


Saya SUSAH tapi ada yang LEBIH SUSAH dari saya,
Saya MENDERITA tapi ada yang LEBIH MENDERITA dari saya,

Saya SEDIH tapi ada yang LEBIH SEDIH dari saya,
Saya SAKIT tapi ada yang LEBIH SAKIT dari saya,

Rupanya saya lebih SENANG dari MEREKA.
Rupanya saya lebih BAHAGIA dari MEREKA.

Rupanya saya lebih GEMBIRA dari MEREKA.
Rupanya saya lebih SEHAT dari MEREKA.

Cukup dan kurang bagaikan dua sisi mata uang yang ada didalam kehidupan kita.

Puas dan bahagia serta kecewa dan marah adalah variasi sebuah kehidupan.

Ini semua berasal dari dalam hati yang diterjemahkan oleh emosi kita...
-
Kesuksesan atau kegagalan merupakan bagaimana cara kita hidup dan bagaimana pola kita berpikir..bukan sekedar kelebihan atau kekurangan seseorang.

Minggu, 10 Januari 2016


➤ Melihat secara seimbang ...

Sering kita bertanya pada diri kita sendiri:
Kenapa kita harus mengalami kesulitan
sementara orang lain bisa senang? -

Kenapa kita harus bekerja keras sampai harus lembur
sementara orang lain sudah pulang ke rumah? -

Kenapa kita selalu menjadi karyawan
sementara orang lain bisa jadi usahawan sukses? -

Kenapa kita harus berhujan-hujan naik angkutan umum
sementara orang lain merasa nyaman di kendaraan pribadinya? - ☞ Tapi pernahkah kita bertanya:
Adakah orang lain yang lebih susah daripada kita
malah tidak pernah tahu apa yg namanya senang ?
-

Adakah orang lain yang tidak punya pekerjaan sama sekali
sampai rela bekerja apapun ?
-

Adakah orang yang bahkan untuk naik angkutan umum saja
tidak mampu bayar ?
-

Kenapa kita selalu melihat ke atas,
dan tidak pernah melihat ke bawah?

Kenapa kita selalu komplain, tapi tidak pernah bersyukur?

Jawabannya tidak ada di buku mana pun,
tidak ada di siapa pun, tapi di hati kita sendiri…
-
Bersyukurlah selagi mampu bersyukur….
-
sebelum segalanya terlambat dan diambil darimu.

Sebelum mata terpejam, sebelum terlelap dalam tidur,
sebelum terlena dalam mimpi, ucapkanlah rasa syukur
atas berkat dan nikmat yang telah kita dapati hari ini.

Ungkapan rasa syukur dari lubuk hati terdalam adalah sumber daripada kebahagiaan.

Jumat, 08 Januari 2016


Lahir menjadi Binatang, makhluk setan dan di alam menderita
Sangatlah mudah.

Namun bisa lahir jadi manusia dan dapat memahami kebenaran.
Butuh kebajikan yang sangat besar dan peluangnya sangatlah kecil.

Semoga kita yang sudah lahir jadi manusia dapat mengisi hari hari kita dengan aneka macam kebajikan.

Karena hanya manusia berpeluang memburukkan dirinya
Dan juga mengangkat dirinya setinggi tingginya.