karma yang berbuah dari kehidupan yang ketiga dan seterusnya (Aparapariyavedaniya Karma)
Aparapariyavedaniya karma ~ karma yang berbuah dari kehidupan yang ketiga dan seterusnya.
Contoh :
~ sang buddha menyempurnakan parami selama empat asankheyya ( tahun yang tak terhitung ) dan seratus ribu kappa. Beliau menikmati akibat yang baik dari perbuatan baiknya ( kusala kamma ) tersebut sepanjang perjalanan menuju kebuddhaan dan akhirnya menjadi samma sambuddha dengan dukungan karma karma tersebut. Karena akusaka kamma yang pernah dilakukan sang buddha, pada kehidupan lampaunya, beliau harus menderita sakit dsb, bahkan dikehidupan terakhirnya sebagai buddha.
~ monggalana siswa utama sang buddha, paling dikenal karena kekuatan abhinna ( kekuatan batin ) yang dimilikinya. Beliau sanggup mengoncangkan istana vejayenta raja dewa sakka dengan jari kakinya yang besar, menjinakkan raja naga nando pananda. Tetapi tetap saja tidak dapat melarikan dirj dari dipukuli hingga mati oleh lima ratus penjahat dikehidupan terakhirnya. Tidak dapat lolos dari karma, mengapa ?
Dikota rajagaha terdapat pertapa ( heretic ) mengadakan rapat. Apakah kalian tahu, gaotama mendapat banyak dana adalah karena monggalana. Dia pergi kesurga dan bertanya kepada dewa dewi perbuatan baik apa yang mereka perbuat sehingga membuahkan kemewahan surgawi. Yang dikatakan para makhluk surga diceritakan oleh monggalana. Kemudian dia pergi ke alam apaya ( alam rendah ) dan bertanya kepada hantu dan penghunj neraka, perbuatan apa yang mereka lakukan yang membuat mereka menderita, mereka menjawab dan jawaban mereka diceritakan kembali oleh monggalana kepada manusia. Sehingga manusia percaya kepada karma dan hasilnya membuat mereka menghormati kepada sang buddha lebih dari sebelumnya. Jika kita membunuh monggalana, semua dana akan datang ke kita. Apakah kalian setuju untuk membunuh monggalana? .
Mereka mengumpulkan ribuan koin dan memberi uang kepada lima ratus penjahat, meminta mereka membunuh monggalana. Mereka pergi kebukit isigali dan mengepung vihara monggalana yang terletak dilereng batu kalasila. Monggalana mengetahui hal ini dan dengan mudah pergi dengan kekuatan supranaturalnya. Tiga bulan berlalu, monggalana merenungi perbuatan buruk berat yang diperbuatnya karena melakukanb pembunuhan terhadap orang tuanya dikehidupan lampaunya akan segera membuahkan hasilnya lagi. Beliau tidak dapat menghentikannya dengan kekuatan supranaturalnya. Jadi beliau tidak lagi mencoba untuk menghindar. Para penjahat menangkap beliau dan memukulinya dengan tongkat hingga semua tulang hancur menjadi serpihan kecil. Mereka berpikir sang kepala bhikkhu telah meninggal. Mereka membuangnya kesemak semak dan pergi.
Monggalana mengembalikan semua bagian bagian tubuhnya dengan kekuatan jhana ( pencapaian hasil meditasi ) dan terbang kepada buddha melalui angkasa. Beliau memberikan penghormatan kepada sang buddha dan berkata "yang mulia, tolong izinkan saya pergi dan merealisasi nibbana" . kemana kamu akan pergi untuk merealisasi nibbana? Ditempat bernama kalasila. Anakku monggalana, berikan dhamma desana kepadaku dan pergilah ketempat yang kamu inginkan. Monggalana memberikan penghormatan kepada sang buddha dan terbang kelangit setinggi kurang lebih setinggi dua pohon kelapa. Beliau melakukan hal yang sama dengan melakukan penghormatan kepada sang buddha kemudian terbang keketinggian tiga pohon kelapa, empat, lima, enam, tujuh dan beliau tetap diudara dan memperlihatkan berbagai kekuatan supranatural. Kemudian beliau memberikan dhamma desana, melakukan penghormatan kepada sang buddha dan pergi ketempat kediamannya kalasila. Disana beliau meninggal dan merealisasi nibbana. Tidak ada seorang pun yang mampu lolos dari berbuahnya karma.
Hari ini kejam, besok akan lebih kejam.. Besok lusa akan lebih indah. Banyak orang mati, besok petang, sehingga tidak melihat matahari terbit..Terus melangkah, Jangan menyerah.. Yakin Esok lusa Semua akan indah :)
Translate
Senin, 19 Oktober 2015
Karma yang berbuah pada satu kehidupan mendatang (Upapajjavedaniya Karma)
Upapajjavedaniya karma ~ karma yang berbuah pada satu kehidupan mendatang.
Contoh
~ seorang pengemis wanita tua yang bernama candali yang kehidupannya meminta minta, sedang berjalan disepanjang jalan kota rajagaha. Sang buddha melihat wanita tersebut ketika pagi hari dimana sang buddha mengamati siapa yang pantas mendapat pertolongan. Candali tidak pernah melakukan kebaikan, oleh karena itu kelahiran berikutnya dia akan terlahir kembali kealam menyedihkan. Karena maha karuna yang besar kepadanya, beliau berangkat lebih awal untuk berpindapatta dan menemui candali dipinggiran kota. Ketika sang buddha berhenti, candali juga berhenti, berjalan dengan menggunakan tongkatnya. Dia hanya menatap sang buddha, dia tidak mendapat manfaat apapun saat itu juga meskipun bertemu sang buddha. Monggalana yang mengikuti sang buddha, mengetahui kehendak sang buddha untuk menolongnya. Maka beliau pun memberitahu candali. Candali, sang buddha disini ingin menolongmu, kamu akan segera mengalami kematian, menghormatlah kepada sang buddha untuk mengalami kelahiran kembali yang baik. Lalu setelah melihat sang buddha dengan teliti, lalu mrnghormat kepada sang buddha. Menghormat kepada sang buddha satu menit telah mengembangkan milyaran karma baik. Sang buddha mengetahui hal tersebut dan menolong sewaktu berpindapatta. Candali dengan goyah berjalan, seekor kerbau dan anak kerbau menunduknya. Dia jatuh dan meninggal. Karma baik mengkondisikan dia terlahir sebagai dewi dengan puri yang megah disurga tavatimsa. Dia segera turun kebumi dan berterima kasih kepada monggalana karena membujuk dia untuk menghormat kepada sang buddha.
Upapajjavedaniya karma ~ karma yang berbuah pada satu kehidupan mendatang.
Contoh
~ seorang pengemis wanita tua yang bernama candali yang kehidupannya meminta minta, sedang berjalan disepanjang jalan kota rajagaha. Sang buddha melihat wanita tersebut ketika pagi hari dimana sang buddha mengamati siapa yang pantas mendapat pertolongan. Candali tidak pernah melakukan kebaikan, oleh karena itu kelahiran berikutnya dia akan terlahir kembali kealam menyedihkan. Karena maha karuna yang besar kepadanya, beliau berangkat lebih awal untuk berpindapatta dan menemui candali dipinggiran kota. Ketika sang buddha berhenti, candali juga berhenti, berjalan dengan menggunakan tongkatnya. Dia hanya menatap sang buddha, dia tidak mendapat manfaat apapun saat itu juga meskipun bertemu sang buddha. Monggalana yang mengikuti sang buddha, mengetahui kehendak sang buddha untuk menolongnya. Maka beliau pun memberitahu candali. Candali, sang buddha disini ingin menolongmu, kamu akan segera mengalami kematian, menghormatlah kepada sang buddha untuk mengalami kelahiran kembali yang baik. Lalu setelah melihat sang buddha dengan teliti, lalu mrnghormat kepada sang buddha. Menghormat kepada sang buddha satu menit telah mengembangkan milyaran karma baik. Sang buddha mengetahui hal tersebut dan menolong sewaktu berpindapatta. Candali dengan goyah berjalan, seekor kerbau dan anak kerbau menunduknya. Dia jatuh dan meninggal. Karma baik mengkondisikan dia terlahir sebagai dewi dengan puri yang megah disurga tavatimsa. Dia segera turun kebumi dan berterima kasih kepada monggalana karena membujuk dia untuk menghormat kepada sang buddha.
Karma menjelang Kematian
( Assana Karma )
Bagaimana seorang putra dapat membantu ayahnya memperoleh kelahiran membahagiakan.
~ sona thera menetap dibukit sona disrilanka, mencapai tataran arahat dengan perjuangan yang beliau lakukan, tetapi ayahnya berprofesi sebagai pemburu meskipun usianya telah lanjut. Hanya ketika dia sudah terlalu lemah untuk berburu, maka dia pun menjadi bhikkhu divihara anaknya. Segera, bhikkhu tua tersebut jatuh sakit serius, dia melihat anjing besar dengan mata merah dan gigi yang tajam menaiki bukit untuk menggigit dia. Dia sangat ketakutan dan berkata kepada anaknya, putraku, anjing besar naik keatas bukit untuk menggigit saya, usir mereka. Sona thera adalah seorang arahat, dia mengetahui ayahnya mengalami nimita ( bayangan karma ) menjelang kematian ayahnya, tanda tanda untuk terlahir dialam neraka terlihat sebagai konsekwensi karma buruk yang dilakukan oleh orang tuanya. Sona thera meminta umat menumpulkan bunga dan menaburnya dipagoda diatas bukit. Kemudian mereka membawa bhikkhu tua tersebut berikut dengan ranjangnya menuju pagoda tersebut. Ayahku, yang saya hormati, berilah hormat kepagoda, kita mempersembahkan bunga kepada pagoda atas nana ayah. Bergembiralah dengan mempersembahkan bunga tersebut kepada sang buddha. Bhikkhu tua tersebut memberi hormat kepada pagoda. Beliau juga bergembira dengan memberikan bunga tersebut. Nimita ( bayangan karma ), menjelang kematiannya pun berubah. Anakku, ibu tirimu yang sangat cantik memanggil saya untuk mengikuti mereka, haruskah saya pergi bersamanya ? Silahkan ikuti mereka ayah. Putra tersebut mengetahui bahwa gadis gadis surgawi yang datang menjemput ayahnya. Beliau sangat bergembira, usahanya untuk mencegah ayahnya terlahir dialam menyedihkan berhasil.
~ karma yang aneh dari seorang wanita penjaga pot air. Bhikkhu janakabhisava menuturkan cerita dari wanita penjaga pot air ( bernama sayadaw ). Pada pembabaran dhamma, wanita tersebut berasal dari kota amarapura, dia sangat kaya dan memiliki keyakinan teguh pada ajaran sang buddha. Dia mendirikan vihara dan mendonasikan kepada ketua bhikkhu. Jika musim panas, air akan sangat langka diamarapura. Jadi dia membuat depot air pada persimpangan jalan kota, sehingga dia dikenal sebagai wanita penjaga pot air. Dia meninggal pada usia tua. Ketua bhikkhu memimpin prosesi pelaksanaan dan pelimpahan kebajikan kepada almarhum. Di adakan juga acara menyediakan makanan bhikkhu pada hari ketujuh kematian almarhum. Ketua bhikkhu membabarkan dharma lagi. Pada perjalanan pulang, beliau mendengar seseorang memanggil, yang mulia, yang mulia. Dia mengenali suara tersebut sebagai suara penjaga pot air. Lalu beliau pun bertanya, apakah wanita penjaga pot air. Ya, yang mulia, terdengar jawaban, hingga ketiga kalinya ketua bhikkhu menanyakan pertanyaan tersebut. Dia pun menjawab dengan suara pelan. Saya kini adalah seorang peta ( hantu ), yang mulia.
Kenapa kamu bisa menjadi seorang peta, bukankah kamu telah melakukan banyak hal baik. Saya khawatir terhadap putri dan cucu perempuan saya ketika mereka menangis sebelum kematian saya. Pada saat menjelang kematian adalah sangat penting untuk mengembangkan pikiran baik dan mengingat pikiran baik. Mereka tidak seharusnya menangis didekat orang akan meninggal. Karena orang tua akan merasa khawatir terhadap putra putrinya ; apakah anak anak akan baik saja jika saya meninggal nanti ?. Kekhawatiran berakibat pada pengembangan dosa citta ( citta = pikiran / kesadaran ), kemelekatan pada anak berakibat pada pengembangan lobha citta.
Pikiran tersebut menjadi penentu kelahiran berikutnya sehingga dia menjadi peta. Hantu tersebut berkata : saya tidak berkesempatan mendengar dhamma disaat pengkremasian. Peta perempuan yang merupakan teman baru saya, membawa saya keatas bukit diatas air terjun, yang mulia. Tujuan membawa dia kebukit diatas air terjun adalah agar dia tidak berkesempatan mendengar dharma, maka perbuatan baik dapat berfungsi sebagai penghancur, menyebabkan akhirnya kehidupan dialam menyedihkan dan mengakibatkan kelahiran baru dialam menyenangkan.
Tetapi saya tidak dapat mendengarkan dharma anda hari ini, yang mulia. Saya juga menerima pelimpahan jasa kebaikan dari putra putri saya, sehingga saya berkesempatan untuk menuju alam menyenangkan. Saya akan pergi yang mulia. Suara peta tersebut pun menghilang. Jika kita dapat memanfaatkan karma baik tersebut, kita dapat menuai manfaat yang luar biasa
( Assana Karma )
Bagaimana seorang putra dapat membantu ayahnya memperoleh kelahiran membahagiakan.
~ sona thera menetap dibukit sona disrilanka, mencapai tataran arahat dengan perjuangan yang beliau lakukan, tetapi ayahnya berprofesi sebagai pemburu meskipun usianya telah lanjut. Hanya ketika dia sudah terlalu lemah untuk berburu, maka dia pun menjadi bhikkhu divihara anaknya. Segera, bhikkhu tua tersebut jatuh sakit serius, dia melihat anjing besar dengan mata merah dan gigi yang tajam menaiki bukit untuk menggigit dia. Dia sangat ketakutan dan berkata kepada anaknya, putraku, anjing besar naik keatas bukit untuk menggigit saya, usir mereka. Sona thera adalah seorang arahat, dia mengetahui ayahnya mengalami nimita ( bayangan karma ) menjelang kematian ayahnya, tanda tanda untuk terlahir dialam neraka terlihat sebagai konsekwensi karma buruk yang dilakukan oleh orang tuanya. Sona thera meminta umat menumpulkan bunga dan menaburnya dipagoda diatas bukit. Kemudian mereka membawa bhikkhu tua tersebut berikut dengan ranjangnya menuju pagoda tersebut. Ayahku, yang saya hormati, berilah hormat kepagoda, kita mempersembahkan bunga kepada pagoda atas nana ayah. Bergembiralah dengan mempersembahkan bunga tersebut kepada sang buddha. Bhikkhu tua tersebut memberi hormat kepada pagoda. Beliau juga bergembira dengan memberikan bunga tersebut. Nimita ( bayangan karma ), menjelang kematiannya pun berubah. Anakku, ibu tirimu yang sangat cantik memanggil saya untuk mengikuti mereka, haruskah saya pergi bersamanya ? Silahkan ikuti mereka ayah. Putra tersebut mengetahui bahwa gadis gadis surgawi yang datang menjemput ayahnya. Beliau sangat bergembira, usahanya untuk mencegah ayahnya terlahir dialam menyedihkan berhasil.
~ karma yang aneh dari seorang wanita penjaga pot air. Bhikkhu janakabhisava menuturkan cerita dari wanita penjaga pot air ( bernama sayadaw ). Pada pembabaran dhamma, wanita tersebut berasal dari kota amarapura, dia sangat kaya dan memiliki keyakinan teguh pada ajaran sang buddha. Dia mendirikan vihara dan mendonasikan kepada ketua bhikkhu. Jika musim panas, air akan sangat langka diamarapura. Jadi dia membuat depot air pada persimpangan jalan kota, sehingga dia dikenal sebagai wanita penjaga pot air. Dia meninggal pada usia tua. Ketua bhikkhu memimpin prosesi pelaksanaan dan pelimpahan kebajikan kepada almarhum. Di adakan juga acara menyediakan makanan bhikkhu pada hari ketujuh kematian almarhum. Ketua bhikkhu membabarkan dharma lagi. Pada perjalanan pulang, beliau mendengar seseorang memanggil, yang mulia, yang mulia. Dia mengenali suara tersebut sebagai suara penjaga pot air. Lalu beliau pun bertanya, apakah wanita penjaga pot air. Ya, yang mulia, terdengar jawaban, hingga ketiga kalinya ketua bhikkhu menanyakan pertanyaan tersebut. Dia pun menjawab dengan suara pelan. Saya kini adalah seorang peta ( hantu ), yang mulia.
Kenapa kamu bisa menjadi seorang peta, bukankah kamu telah melakukan banyak hal baik. Saya khawatir terhadap putri dan cucu perempuan saya ketika mereka menangis sebelum kematian saya. Pada saat menjelang kematian adalah sangat penting untuk mengembangkan pikiran baik dan mengingat pikiran baik. Mereka tidak seharusnya menangis didekat orang akan meninggal. Karena orang tua akan merasa khawatir terhadap putra putrinya ; apakah anak anak akan baik saja jika saya meninggal nanti ?. Kekhawatiran berakibat pada pengembangan dosa citta ( citta = pikiran / kesadaran ), kemelekatan pada anak berakibat pada pengembangan lobha citta.
Pikiran tersebut menjadi penentu kelahiran berikutnya sehingga dia menjadi peta. Hantu tersebut berkata : saya tidak berkesempatan mendengar dhamma disaat pengkremasian. Peta perempuan yang merupakan teman baru saya, membawa saya keatas bukit diatas air terjun, yang mulia. Tujuan membawa dia kebukit diatas air terjun adalah agar dia tidak berkesempatan mendengar dharma, maka perbuatan baik dapat berfungsi sebagai penghancur, menyebabkan akhirnya kehidupan dialam menyedihkan dan mengakibatkan kelahiran baru dialam menyenangkan.
Tetapi saya tidak dapat mendengarkan dharma anda hari ini, yang mulia. Saya juga menerima pelimpahan jasa kebaikan dari putra putri saya, sehingga saya berkesempatan untuk menuju alam menyenangkan. Saya akan pergi yang mulia. Suara peta tersebut pun menghilang. Jika kita dapat memanfaatkan karma baik tersebut, kita dapat menuai manfaat yang luar biasa
Karma yang berbuah pada kehidupan sekarang (Dittha Dhamavedaniya)
Karma dittha dhamavedaniya ~ karma yang berbuah dalam kehidupan ini
~ seorang pria miskin bernama mahaduk yang berkesempatan memberikan dana kepada samna sambuddha kassapa ( murid buddha ) segera menjadi orang kaya.
~ pada jaman sang buddha gaotama, punna dan istrinya yang miskin, berkesempatan mendanaka makanan kepada sariputra ( murid buddha ) yang baru saja keluar dari niroda sampatti. Segera mereka menemukan digumpalan tanah yang dibajak punna dilapangan berubah menjadi emas, sehingga kedua pasangan ini menjadi kaya.
~ disavatti, pasangan bernama kakaviliya sangatlah miskin. Mereka tidak mempunyai tempat tinggal yang layak, tidak mempunyai perabotan rumah tangga, tidak ada tikar dan kasur, mereka harus berbagi bubur yang hanya cukup satu orang. Suatu pagi, ketika mereka ingin menyantap bubur tersebut, kassapa yang baru saja keluar dari niroda sampatti mendatangi kediaman mereka. Mereka tidak memakan bubur tersebut dan mendanakan makanan tersebut kepada kassapa. Dalam tujuh hari mereka menemukan belanga emas dan menjadi orang kaya.
Akibat karma yang tidak bisa dihindari
~ seorang wanita bernama dawmar dari desa duyin, tidak dapat berbicara dengan jelas karena bibir atas cacat ( sumbing ). Dia bermata pencaharian menjual ikan, meletakkan ikan disebuah nampan besar dan menempatkannya diatas kepalanya, mengelilingi desa dan meneriakkannya : yaukah anye beli ikan ? Penduduk desa mengetahui bahwa ia sedang mengucapkan "maukah anda beli ikan ?" . tetapi seorang pemuda bernama kothan meniru cara dia berbicara sebagai candaan. Dawmar sangat sedih, tetapi dia harus menerima hinaan itu karena dia orang miskin. Tak lama kemudian istrinya kothan melahirkan anak dengan bibir sumbing, cacat seperti dawmar. Karma tersebut dapat kita lihat memberikan akibat yang tidak dapat dihindari. Hasil buruk dari karma / tindakan buruk mulai akan berbuah dikehidupan ini juga.
Karma dittha dhamavedaniya ~ karma yang berbuah dalam kehidupan ini
~ seorang pria miskin bernama mahaduk yang berkesempatan memberikan dana kepada samna sambuddha kassapa ( murid buddha ) segera menjadi orang kaya.
~ pada jaman sang buddha gaotama, punna dan istrinya yang miskin, berkesempatan mendanaka makanan kepada sariputra ( murid buddha ) yang baru saja keluar dari niroda sampatti. Segera mereka menemukan digumpalan tanah yang dibajak punna dilapangan berubah menjadi emas, sehingga kedua pasangan ini menjadi kaya.
~ disavatti, pasangan bernama kakaviliya sangatlah miskin. Mereka tidak mempunyai tempat tinggal yang layak, tidak mempunyai perabotan rumah tangga, tidak ada tikar dan kasur, mereka harus berbagi bubur yang hanya cukup satu orang. Suatu pagi, ketika mereka ingin menyantap bubur tersebut, kassapa yang baru saja keluar dari niroda sampatti mendatangi kediaman mereka. Mereka tidak memakan bubur tersebut dan mendanakan makanan tersebut kepada kassapa. Dalam tujuh hari mereka menemukan belanga emas dan menjadi orang kaya.
Akibat karma yang tidak bisa dihindari
~ seorang wanita bernama dawmar dari desa duyin, tidak dapat berbicara dengan jelas karena bibir atas cacat ( sumbing ). Dia bermata pencaharian menjual ikan, meletakkan ikan disebuah nampan besar dan menempatkannya diatas kepalanya, mengelilingi desa dan meneriakkannya : yaukah anye beli ikan ? Penduduk desa mengetahui bahwa ia sedang mengucapkan "maukah anda beli ikan ?" . tetapi seorang pemuda bernama kothan meniru cara dia berbicara sebagai candaan. Dawmar sangat sedih, tetapi dia harus menerima hinaan itu karena dia orang miskin. Tak lama kemudian istrinya kothan melahirkan anak dengan bibir sumbing, cacat seperti dawmar. Karma tersebut dapat kita lihat memberikan akibat yang tidak dapat dihindari. Hasil buruk dari karma / tindakan buruk mulai akan berbuah dikehidupan ini juga.
Karma yang terspesifikasi
(Katatta Karma)
Terlahir dineraka avici meskipun banyak perbuatan baik ( kusala kamma ).
~ Ratu malika yang merupakan permaisuri raja kosala disavatthi, melakukan perbuatan yang baik yang sangat banyak bersamaan dengan raja. Bahkan dia melakukan pengaturan kegiatan pindapatta ( memberi makan bhikkhu ). Yang sangat termasyur yang dilakukan oleh raja kepada buddha dan sangha ( pengikut buddha ).
Tetapi, sayangnya dia melakukan perbuatan asusila yang berarti. Pada suatu ketika, ketika dia sedang mandi, seekor anjing pergi kekamar tersebut dan dia melakukan asusila dengan anjing tersebut. Ketika dia keluar dari kamar mandi, anjing tersebut mengikutinya dan raja melihat hak tersebut pun menanyakannya. Dengan sangat berapi api dia berbohong kepada raja dengan mengatakan kepada raja bahwa raja mengalami gangguan penglihatan karena dia keluar sendirian. Raja tersebut mempercayai permaisurinta dan memaafkannya. Tetapi perbuatan asusila tersebut menghantui pikirannya.
Karena akusala kattata karma tersebut memerankan fungsi kelahiran kembali, dia harus menderita dineraka avici, neraka terdalam selama tujuh hari. Raja kosala mempercayai bahwa istrinya pasti lahir didalam surgawi. Tetapi untuk memastikan hal tersebut, dia pergi kevihara jetavana dan menanyakan kepada sang buddha, akan tetapi sang buddha dengan abhina ( kekuatan batin ) yang dimiliki membuat raja lupa akan pertanyaan yang akan diajukan, lalu raja tersebut pun mrmbicarakan hal yang lain dan pulang keistana. Pada hari berikutnya dia kembali mengunjungi jetavana untuk menanyakan dimana ratu malika dilahirkan dan sang buddha membuatnya lupa akan pertanyaan yang akan diajukan hari demi hari. Hingga hari kedelapan sang buddha membiarkan dia menanyakan pertanyaanya. Sang buddha mengatakan bahwa ratu malika kini berada disurga tusita. Ratu malika cukup beruntung karena hanya tujuh hari manusia dineraka avici. Dari sekian banyak perbuatan baik yang dia lakukan ( kusala kamma ), satu perbuatan baik ( kusala kamma ) yang sangat kuat menjadi karma penghancur yang menghancurkan akusala janaka karma yang mengkondisikan dia terlahir dialam neraka tersebut dan menghasilkan efek yang berakibat pada kelahirannya kembali disurga tusita.
(Katatta Karma)
Terlahir dineraka avici meskipun banyak perbuatan baik ( kusala kamma ).
~ Ratu malika yang merupakan permaisuri raja kosala disavatthi, melakukan perbuatan yang baik yang sangat banyak bersamaan dengan raja. Bahkan dia melakukan pengaturan kegiatan pindapatta ( memberi makan bhikkhu ). Yang sangat termasyur yang dilakukan oleh raja kepada buddha dan sangha ( pengikut buddha ).
Tetapi, sayangnya dia melakukan perbuatan asusila yang berarti. Pada suatu ketika, ketika dia sedang mandi, seekor anjing pergi kekamar tersebut dan dia melakukan asusila dengan anjing tersebut. Ketika dia keluar dari kamar mandi, anjing tersebut mengikutinya dan raja melihat hak tersebut pun menanyakannya. Dengan sangat berapi api dia berbohong kepada raja dengan mengatakan kepada raja bahwa raja mengalami gangguan penglihatan karena dia keluar sendirian. Raja tersebut mempercayai permaisurinta dan memaafkannya. Tetapi perbuatan asusila tersebut menghantui pikirannya.
Karena akusala kattata karma tersebut memerankan fungsi kelahiran kembali, dia harus menderita dineraka avici, neraka terdalam selama tujuh hari. Raja kosala mempercayai bahwa istrinya pasti lahir didalam surgawi. Tetapi untuk memastikan hal tersebut, dia pergi kevihara jetavana dan menanyakan kepada sang buddha, akan tetapi sang buddha dengan abhina ( kekuatan batin ) yang dimiliki membuat raja lupa akan pertanyaan yang akan diajukan, lalu raja tersebut pun mrmbicarakan hal yang lain dan pulang keistana. Pada hari berikutnya dia kembali mengunjungi jetavana untuk menanyakan dimana ratu malika dilahirkan dan sang buddha membuatnya lupa akan pertanyaan yang akan diajukan hari demi hari. Hingga hari kedelapan sang buddha membiarkan dia menanyakan pertanyaanya. Sang buddha mengatakan bahwa ratu malika kini berada disurga tusita. Ratu malika cukup beruntung karena hanya tujuh hari manusia dineraka avici. Dari sekian banyak perbuatan baik yang dia lakukan ( kusala kamma ), satu perbuatan baik ( kusala kamma ) yang sangat kuat menjadi karma penghancur yang menghancurkan akusala janaka karma yang mengkondisikan dia terlahir dialam neraka tersebut dan menghasilkan efek yang berakibat pada kelahirannya kembali disurga tusita.
Atom dan ajaran agama buddha tentang anatta
Oleh :
Upasaka wu shu
( loo yung tsung )
Setiap orang tentu dapat menyetujui pendapat yang mengatakan bahwa ilmu pengetahuan (= science ) itu adalah merupakan faktor pembimbing, yang menciptakan peradaban modern. Penemuan masa akhir akhir ini tentang penggunaan energi nukril ( atau istilah aslinya "pelepasan energi nukril" ), telah membawa manusia kesuatu zaman baru, yang dinamai zaman atom. Tetapi sayangnya, tanda pertama, yang menyebabkan lalu dinyatakan terbukanya zaman baru, itu adalah meletusnya senjata baru, yang mematikan, yang dinamai bom atom.
Orang orang merasa cemas, karena mereka hidup dizaman atom, dimana penghancuran secara total terhadap seluruh peradaban bangsa bangsa, itu merupakan kemungkinan yang dapat benar benar terjadi. Mereka umumnya berpikir bahwa mereka berjalan dijalan yang salah, dan merasa bahwa lebih baik sekarang membuang pengetahuan tentang energi yang mematikan itu, dan menikmati kehidupan, yang, walaupun lebih sederhana, tetapi penuh kedamaian, seperti yang dihayati nenek moyang mereka. Tetapi sejarah itu tidak membolehkan bahwa peristiwa peristiwa yang terjadi dimasa masa yang lampau, itu sekarang terjadi lagi; itu merupakan kehidupan yang mundur kebelakang. Seperti yang dikemukakan oleh tuan arthur h. Compton, seorang sarjana amerika serikat, yang berjudul "one world or none" ( = satu dunia, atau hancurnya sama sekali peradaban seluruh bangsa" ), tidak ada kelompok manusia yang memiliki kekuasaan, yang mampu mencegah datangnya zaman atom. Demikianlah, maka satu satunya yang merupakan yang paling benar, dan paling baik, adalah menyadari bahwa manusia sekarang ini telah berada didalam posisi gawat, dan ini mendorong kita untuk mengadakan penyesuaian diri dalam cara berpikir dan cara berkehidupan, yang harus sedemikian rupa, sehingga kita dapat mempergunakan sebaik mungkin, kekuatan kekuatan baru, yang telah berada ditangan kita itu. Didalam kenyataannya, tidak ada yang salah dibom atom itu; adapun yang salah adalah manusia sendiri. Selanjutnya, kenyataan mengungkapkan bahwa ilmu tentang atom, itu tidaklah kita ragukan, mempunyai pengaruh yang tak ternilai besarnya, tidak hanya terdapat ilmu pengetahuan itu sendiri, tetapi juga terdapat berbagai cabang ilmu pengetahuan, misalnya terhadap psychologi (= ilmu jiwa ), philosophy (= ilmu filsafat ), bahkan juga terdapat theology (= ilmu ke-tuhan-an ). Adalah menjadi tujuan kami untuk memperkenalkan fakta fakta yang penting dan konsepsi konsepsi yang baru, yang diungkapkan oleh para ilmuwan masa kini, dan lalu kami bandingkan dengan analogis, dengan prinsip prinsip fundamental dari realitas, yang dikhotbahkan oleh sang buddha sakyamuni, sekitar dua ribu lima ratus tahun yang lampau.
Pada tahun 1808, john dalton mengemukakan teorinya untuk dipikirkan oleh para ilmuwan, mengenai teori atom. Beliau percaya bahwa suatu elemen itu sesungguhnya terdiri dari atom atom, yang tidak dapat dibagi bagi, berkeadaan terpisah, satu terhadap yang lainnya, dan tidak terlihat. Beliau berpikir atom atom itu mempunyai sifat sifat seperti sebuah bola biliard. Dibagian akhir dari abad kesembilan belas, para ilmuwan besar, sebagai misalnya michael faraday, james maxwell dan lord kelvin, mulai melakukan penyelidikan didalam usahanya untuk memperkembangkan ilmu pengetahuan elektris. Pada saat itu, sifat sifat dari sebuah atom, sebagian dapat diungkapkan. Pada tahun 1913, niels bohr dari copenhagen mengemukakan teorinya untuk dipikirkan oleh para ilmuwan, yang berbunyi bahwa sebuah atom itu terdiri dari dua bagian, yaitu sebuah inti yang kecil, namun berat, yang dikelilingi oleh suatu daerah kosong yang luas, didalam mana elektron elektron bergerak, dengan gerakan gerakan yang menyerupai planet planet yang mengelilingi matahari. Sekeliling elektron elektron itu terdapat garis garis kekuatan magnetis; pengaruh pengaruh dari garis garis magnetis tersebut, secara theoritis, bersifat universal. Faraday menggambarkan sebuah atom, seperti ikan-bintang, dengan badan kecil, dan memiliki anggota anggota tubuh yang panjang panjang, yang anggota tubuhnya itu dapat menyentuh benda benda disekitarnya. Gambaran yang dimaksudkan, dapat dijelaskan sebagai berikut ini : konstitusi konstitusi dari alam semesta yang bersifat material itu berinteraksi, dan sesungguhnya berkeadaan tidak terpisahkan, yang satu dengan yang lainnya. Konsep atom yang demikian itu, mempunyai arti philosophis, yang sangat penting. Benda benda itu tidak ber-eksistensi secara individual. Eksistensi dari objek yang tunggal, itu tidaklah lebih dari sebuah illusi mental, atau sebuah khayalan dialam pikiran belaka. Alam semesta itu, dapat diterangkan secara sederhana, keadaannya adalah merupakan suatu proses, suatu sistem aktivitas aktivitas, yang paling berhubungan, didalam mana tidak ada gerakan gerakan terpisah, dan masing masing dari semua yang ada, itu tidak pernah ada yang berhenti bergerak, atau bahwa semua yang ada itu selalu didalam gerakan yang terus menerus. Konsep yang demikian ini, tepat sama secara prinsip, walaupun diungkapkan dengan kata kata yang berbeda, dengan yang dikhotbahkan oleh sang buddha, dengan istilah "anicca", yang artinya "sifat ketidak-tetapan" (= impermanent ), atau tidak abadi-nya, dari benda benda.
Sampai dengan zaman diketemukannya penggunaan energi atom, orang masih memiliki kepercayaan, yang tidak tepat, yaitu mempercayai bahwa ke-sembilan puluh empat atom atom, itu dibayangkan sifatnya sebagai tidak dapat dihancurkan. Tetapi pada awal abad ke-dua puluh, tepatnya tahun 1905, ilmuwan yang sangat terkemuka, yaitu albert einstein, telah meramalkan fakta, bahwa massa dan energi, itu dapat dibalikkan, diubah menjadi yang sebaliknya, dan beliau memberikan rumus kesamaanya sebagai berikut : "E = mc2, dimana E = energy; c = velocity atau kecepatan jalannya cahaya, dan m = massa. Dari kesamaan tersebut nampak bahwa setitik kecil dari zat, itu apabila diubah ( = dikonversi ) seluruhnya menjadi energi, akan memberikan suatu energi yang jumlahnya luar biasa. Dan kesamaan ini telah diverisifikasi, dan ternyata benar prinsip, oleh bom bom atom, yang diledakkan dinew meksiko, hiroshima, nagasaki, dan didaerah dekat atoll bikini diwilayah samudera pasifik. Demikianlah, maka zat (= matter ) atau atom, itu dapat dideskripsikan sebagai suatu bentuk dari energi yang berkonsentrasi sangat tinggi. Reaksi yang terjadi didalam peledakan bom atom itu dapat diungkapkan keterangannya, sebagai berikut ini :
U-235+neutron = I = Y = M ( U = urenium, I = iodine, Y = yttrium, N = suatu jumlah ); jadi, suatu atom uranium ini dapat dipecah dan ditransformasikan menjadi atom atom iodine dan yttrium. Istilah "atom", yang menurut arti katanya yang aseli, berarti "sesuatu yang sifatnya tidak dapat dibagi bagi lagi", telah dapat dibuktikan secara final bahwa dapat dibagi. Tetapi didalam ilmu kimia biasa, teori atom, yang konvensional, masih dipertahankan, bagi tujuan yang paling praktis. Secara paradox, itu dapat diutarakan keteranggannya sebagaj berikut ini : suatu atom itu ( sesungguhnya ) adalah bukan atom : itu dinamai atom demi untuk mudahnya saja. Kita dapat menemukan kesamaan yang sangat mengherankan disini, yaitu antara yang diterangkan oleh ilmu pengetahuan ( = science ) dengan yang diterangkan oleh agama buddha, apabila kita adakan perbandingan antara ungkapan dari ilmu pengetahuan tersebut dimuka ( mengenai teori atom ) itu dengan yang terdapat didalam naskah suci sutra intan, yang didalamnya tercantum kalimat yang berbunyi sebagai berikut ini : "ketika sang tahtagatha berbicara tentang alam semesta, beliau tidak mengartikannya alam semesta yang rill ini; beliau menyebut istilah alam semesta (= universes ) itu hanya didalam arti nominal-nya saja".
Marilah sekarang kita beralih ke pembicaraan mengenai suatu lapangan yang komparatif hanya memperoleh perhatian kecil saja, yaitu mengenai kemampuan kemampuan mental ( kejiwaan ) kita. Walaupun fungsi fungsi psychis ( kejiwaan ), itu lebih rumit dan lebih halus sifatnya dari pada phenomena phenomena physik ( jasmaniah ), namun setiap makhluk hidup itu mempunyai peralatan peralata, dan memiliki bahan bahan atau materi materi didalam dirinya sendiri untuk diobservasi, asal mau melakukan eksperimen eksperimen terhadap dirinya sendiri. Kemampuan kemampuan mental, atau psychis, kita, itu dapat dibagi menjadi dua kategori : yang satu, adalah fungsi yang terdapat didalam lapangan kesadaran, dan yang satu lagi, adalah fungsi yang berada diluar lapangan kesadaran. Para ahli ilmu jiwa, memberikan istilah istilah dan definisi definisi yang berbeda beda terhadap fungsi yang terdapat, diluar lapangan kesadaran itu; beberapa ahli menyebutnya bagian bawah sadar dari jiwa ( = subconsciousness ), sedang beberapa ahli yang lain menyebutnya dengan istilah bagian ketidaksadaran dari jiwa (= unconsciousness ). Tetapi mereka itu secara umum menyetujui teori yang mengatakan bahwa bagian dari aktifitas kejiwaan kita itu berada diluar persepsi dan pengontrolan dari bagian sadar dari jiwa kita. Adapun mengenai isi dari lapangan jiwa, baik bagian bawah sadarnya dari jiwa, namun bagian ketidak-sadaran dari jiwa, para ahli jiwa menyarankan berbagai istilah, sebagai misalnya : dorongan dorongan dan keinginan keinginan yang bersifat diwarisi dari nenek moyang, yang sifatnya primitif, sifat sifat aseli, impluse impluse drive urge, instinc, dan sebagainya. Dalam kenyataannya, ilmu pengetahuan didalam cabang khusus ini, masih didalam tingkatan perkembangan awalnya, atau masih dalam tingkatan masa kanak kanak.
Adalah merupakan suatu fakta yang ajaib bahwa lapangan dari bagian bawah sadarnya dari jiwa kita, yang sebagian besar masih berkeadaan gelap bagi manusia diabad atom ini, dapat kita ketemukan secara jelas, dan secara berulang ulang didalam berbagai tulisan agama buddha. Didalam tulisan tulisan atau naskah naskah agama buddha, tidak hanya dapat kita temukan teori mengenai jiwa ( theory of mind ), tetapi juga dapat kita ketemukan latihan latihan mental ( kejiwaan ) dan latihan latihan physik ( kejasmanian ) yang diterangkan bahwa itu bermanfaat untuk mengekang dorongan dorongan hawa nafsu dari keinginan keinginan rendah, yang nampak sukar dikendalikan, serta berguna untuk melenyapkan nafsu nafsu dan keinginan keinginan rendah itu hingga keakar akarnya, dan juga untuk mencapai keadaan yang disebut pencapaian penerangan sempurna (= enlightement = pencapaian kasadaran nirvana ), dimana orang dapat menghayati atau mengalami sesuatu seperti apa adanya, dan akhirnya dapat membuktikan prinsip anatta, yang berarti bahwa sebenarnya tidak ada apa yang dinamai ego yang bersifat personal itu. Adalah tidak mungkin untuk dikemukakan disini hingga hal hal yang sekecil kecilnya, mengenai latihan latihan ke-jiwa-an secara buddhis, tetapi barangkali cukup menarik kiranya, kalau kami sajikan secara ringkas uraian mengenai filsafat dari aliran agama buddha, yang dinamai dharmalaksana ( aliran agama buddha yang mengikuti faham bahwa hakekat atau prinsip dari segala sesuatu itu adalah kesadaran consciousness only; atau bahwa hakekat atau prinsip dari segala sesuatu itu adalah persepsi, = perception only ).
Menurut filsafat dan agama buddha aliran dharmalaksana itu, konstitusi dari alam semesta itu dibagi menjadi delapan kemampuan ( atau delapan kesadaran ). Dari delapan kemampuan tersebut, lima yang pertama adalah, yaitu :
Kemampuan untuk melihat sesuatu,
Kemampuan untuk mendengar sesuatu,
Kemampuan untuk memcium sesuatu bau,
Kemampuan untuk merasakan sesuatu,dan
Kemampuan untuk merasakan atau meraba sesuatu.
Kemampuan yang keenam adalah kemampuan yang paling aktif, terdiri dari semua fungsj fungsi kejiwaan yang berada dilapangan bagian sadarnya dari jiwa kita.
Kemampuan ketujuh adalah keterikatan secara instinctive terhadap ego.
Dan Kemampuan kedelapan adalah paling penting dari semuanya. Kadang disebut dengan istilah kemampuan simpanan atau kemampuan menyimpan energi dan pengalaman pengalaman (= reservoir faculty ), dimana kecenderungan kecenderungan dan energi energi dari semua aksi aksi atau tindakan tindakan. Dan pengalaman pengalaman kita, dimasa masa yang lampau, kita simpan. Kemampuan yang ketujuh dan kedelapan itu berfungsi secara terus menerus, sebagai pusat dari psychis, tanpa memandang apakah manusia yang bersangkutan itu sedang ada didalam keadaan sadar, atau tidur, atau bahkan sedang berada didalam keadaan, yang secara umum dinamai meninggal dunia atau mati itu. Bahkan ketika semua dari keenam kemampuan tersebut diatas itu telah berhenti fungsinya, kekuatan dari kemampuan yang nomor tujuh, atau keterikatan kepada ego, adalah luar biasa kehebatan kekuatannya, itu keadaannya sama seperti sebuah inti atom yang mengikat energi dari sebuah atom. Itu menyebabkan timbulnya lapisan lapisan yang sifatnya dangkal, yang berbeda beda bentuknya, yang terdapat didalam keinginan instinctive untuk hidup, untuk menurunkan jenis, untuk menurunkan sesuatu dan sebagainya. Didalam kenyataannya, instinct-ego, itu menjadi asal dan mengarahkan hampir semua fungsi fungsi yang dangkal sifatnya, sebagai misalnya : kemauan, emosi, dan sebagainya, bahkan juga mempengaruhi sistem berfikir kita. Itu merusak kejernihan bagian sadarnya dari jiwa, dan oleh karena itu, lalu menimbulkan gambaran yang sifatnya illusi (= khayal atau palsu ) dari eksistensi individual dari "ke-ego"-an ( = "I" ),
"Keberadaan kita sebagai makhluk hidup" (= "being" ), "kesadaran bahwa ada benda benda" ( = "things" ), dan sebagainya, yang menutup sifat yang rill, sifat yang sesungguhnya, dari sifat "ke-tidak-tetap-an dan sesuatu" ( = "impermanence" ) dan "ke-tidak-ada-an Aku" (= "egoless" ). Karena semua kemampuan dari bagian sadarnya, dari jiwa kita, itu banyak sedikitnya dipengaruhi oleh keterikatan kita secara buta terhadap ego, maka dapatlah kita katakan secara kiasan bahwa lapangan dari bagian tidak-sadarnya dari jiwa kita, itu merupakan inti, didalam mana keterikatan kepada ego, adalah merupakan kekuatan pengikatnya. Kemampuan kejiwaan yang lainnya, bergerak mengelilingi inti dari sebuah atom. Susunan elektron elektron didalam orbit orbitnya pada sebuah atom, itu menentukan sifat sifat chemisnya, sehingga kemampuan kemampuan yang terdapat didalam bagian sadarnya dari jiwa kita, sebagai misalnya : kemauan, emosi, intellect, dan sebagainya, dari seorang individu, itu menentukan corak kepribadian atau karakternya.
Sangat bermanfaat dan dapat memberikan manfaat yang besar kiranya, kalau berikut ini, saya sampaikan keterangan khusus, mengenai kekuatan intellectual dari manusia. Kekuatan iltellectual manusia itu mempunyai kemampuan bernalar, memahami sesuatu, dan meng-generalisir semua peristiwa yang terjadi didalam pengalaman; jadi, melalui penggunaan kemampuan itu, manusia dapat men-transmitkan dan saling menyampaikan dan mengubah idea idea dan fikiran fikiran, yang keadaannya sama dengan elektron elektron didalam orbit yang paling luar, yang memungkinkan adanya pancaran pancaran aliran aliran elektris. Ciri penting lainnya lagi dari intellect, ialah bahwa intellect itu paling sedikit terkenanya pengaruh instinct-ego. Sebaliknya, melalui penalaran dan kontemplasi, bahkan intellect manusia itu dapat memiliki kekuatan meng-realisasi-diri, mewujudkan cita citanya, untuk dapat menghayati kesunyataan mengenai ajaran ke-tidak-ada-an-aku ( = egolesness ).
Barangkali karena dipengaruhi oleh idea idea dan teori teori penemuan ilmiah yang baru, seorang ilmuwan, dan filsuf, seperti william james, telah mengemukakan teorinya bahwa kesadaran itu hanyalah merupakan suatu fungsi, dan bahkan tokoh ilmuwan seperti bertrand russell itu pernah berkata bahwa istilah sebagai misalnya "mental" itu tidak tergolong suatu entity tunggal didalam sebuah dirinya sendiri ( adapun yang dimaksud adalah : ego yang khayali = imaginary ego ), tetapi hanyalah tergolong pada suatu sistem entity entity. Munculnya kembali, = revival-nya, mengenaj konsep ketidak-ada-an ego, itu melatar depani kemungkinan diketemukannya kembali, dihayatinya kembali, kepercayaa terhadap realitas, yang atas dasar penemuan kembali itu, dapat dibentuk filsafat rasional yang erat hubungannya dengan ilmu pengetahuan modern.
Tetapi untuk dapat memahami kekosongan atau kehampaan ego (= emptiness of the ego ), adalah merupakan hal tersendiri; yang sangat berbeda dengan hal lainnya lagi, yaitu masalah mempraktekkan, melearisir dan menghayati kehidupan yang didasari ajaran ketidak-ada-an aku ( = egoless life ).
Einstein telah mengvisualisasikan kemungkinan pelepasan, atau penggunaan energi atom, namun teori tersebut baru benar benar dilaksanakan didalam praktek, empat puluh kemudian. Terdapat pribadi pribadi besar sebagai misalnya sang buddha sakyamuni dan para arahat penganut beliau, yang walaupun tujuannya sangat berbeda dari para ilmuwan, mereka itu menyatakan bahwa dirinya telah dapat mencapai keadaan pencapaian penerangan sempurna, dan telah dapat hidup berdasarkan ajaran ke-tidak-ada-an ke-aku-an; namun jumlah manusia super tersebut, jika dibandingkan dengan makhluk makhluk hidup yang belum mencapai tingkatan super manusia, yang jumlahnya bilyunan itu, keadaannya sama dengan jumlah yang sangat jarang dari elemen elemen yang dari dirinya memancar sinar yang sangat terang, yaitu elemen elemen : uranium, radium, actinium dan thorium, yang terdapat dibumi kita ini. Juga sangat menarik untuk diperhatikan bahwa didalam ajaran buddha, yang terdapat dimanapun diseluruh muka bumi ini, prinsip apa yang dinamai "jalan-tengah" (= "middle path" , atau "middle way" ) ada didalamnya. Secara essensial, prinsip tersebut mengajarkan orang untuk berpantang, untuk tidak menganut praktek praktek yang mengikuti faham faham yang ekstrim, baik dibidang physik, maupun dibidang mental. Dan dipercayai bahwa prinsip tersebut secara efektif, dapat membimbing orang kelangkah memasuki dalam pencapaian penerangan sempurna. Didalam proses memasuki wilayah sebuah atom, ilmuwan mendapati fakta bahwa sebuah atom terdiri dari suatu sistem yang sifatnya komplek, dari elektron elektron yang di-charge secara negatif, pada suatu ruang luas, sekeliling sebuah inti yang di-charge secara positif. Partikel partikel yang di-charge sebagai misalnya proton proton, elektron elektron, atau partikel partikel alpha dan radiasi radiasi electromagnetic ( sebagai misalnya sinar sinar gamma ), itu melepaskan energi, dan dengan demikian dapat bergerak lambat diwilayahnya. Akhirnya para ilmuwan menemukan fakta bahwa ada suatu partikel yang tidak mempunyai ekstrimitas ekstrimitas elektris, yang mampu menembus melalui orbit orbit dan terus bergerak melalui jalannya sendiri, tanpa terhalangi, hingga "bagian kepalanya dapat menembus", mengadakan bentura, dengan inti atom. Walaupun ilmu pengetahuan mengenai atom dan agama buddha, itu nampaknya memiliki sifat yang sama sekali berbeda, namun sesungguhnya, ilmu pengetahuan dan agama buddha, itu sama menangani, atau mengatasi masalah yang sama, yaitu masalah energi dan pelepasan energi, dengan jalan menembus bentuk energi yang berkonsentrasi sangat tinggi, yang dinamai didalam satu fihak dengan istilah atom, dan difihak satunya lagi, dengan istilah ego. Dan arah pergerakan keduanya sama, yaitu : "kedalam" ( = inward" ). Oleh karena itu, kita tidak perlu heran, dengan kesamaan yang sangat dekat, antara pandangan ilmu pengetahuan (= science ) dan pandangan dari agama buddha. Energi yang dilepaskan melalui pemecahan ego itu tidak begitu nampak, tidak seperti bom atom, namun kebijaksanaan tertinggi dari sang buddha dan cinta kasihnya yang tak terbatas, itu sama keadaanya seperti cahaya dan panas yang dilepaskan dari sumber alami dari energi atom, yaitu matahari.
Saya telah menerangkan secara singkat, dua dari tiga prinsip yang fundamental dari agama buddha, yaitu ajaran mengenai anicca ( = azas ke-tidak-tetap-an dari segala sesuatu = impermanence ), dan ajaran mengenai anatta (= azas ke-tidak-ada-an dari ke-aku-an = egolenssness ). Prinsip penting lainnya, dinamai dukkha (= azas bahwa setiap makhluk hidup, yang belum mencapai nirwana, itu mengalami penderitaan ), atau suatu konsekwensi dari kehidupan yang bersifat egoistic. Ketiga prinsip itu begitu sangat penting, sehingga secara aktual dianggap sebagai batu ujian ( testing-stone ) dari agama buddha. Sesuatu theori atau philosophi, yang sama sekali bersesuaian dengan prinsip tersebut, itu kita sebut, dinyatakan, sebagai bersifat buddhistic.
Oleh :
Upasaka wu shu
( loo yung tsung )
Setiap orang tentu dapat menyetujui pendapat yang mengatakan bahwa ilmu pengetahuan (= science ) itu adalah merupakan faktor pembimbing, yang menciptakan peradaban modern. Penemuan masa akhir akhir ini tentang penggunaan energi nukril ( atau istilah aslinya "pelepasan energi nukril" ), telah membawa manusia kesuatu zaman baru, yang dinamai zaman atom. Tetapi sayangnya, tanda pertama, yang menyebabkan lalu dinyatakan terbukanya zaman baru, itu adalah meletusnya senjata baru, yang mematikan, yang dinamai bom atom.
Orang orang merasa cemas, karena mereka hidup dizaman atom, dimana penghancuran secara total terhadap seluruh peradaban bangsa bangsa, itu merupakan kemungkinan yang dapat benar benar terjadi. Mereka umumnya berpikir bahwa mereka berjalan dijalan yang salah, dan merasa bahwa lebih baik sekarang membuang pengetahuan tentang energi yang mematikan itu, dan menikmati kehidupan, yang, walaupun lebih sederhana, tetapi penuh kedamaian, seperti yang dihayati nenek moyang mereka. Tetapi sejarah itu tidak membolehkan bahwa peristiwa peristiwa yang terjadi dimasa masa yang lampau, itu sekarang terjadi lagi; itu merupakan kehidupan yang mundur kebelakang. Seperti yang dikemukakan oleh tuan arthur h. Compton, seorang sarjana amerika serikat, yang berjudul "one world or none" ( = satu dunia, atau hancurnya sama sekali peradaban seluruh bangsa" ), tidak ada kelompok manusia yang memiliki kekuasaan, yang mampu mencegah datangnya zaman atom. Demikianlah, maka satu satunya yang merupakan yang paling benar, dan paling baik, adalah menyadari bahwa manusia sekarang ini telah berada didalam posisi gawat, dan ini mendorong kita untuk mengadakan penyesuaian diri dalam cara berpikir dan cara berkehidupan, yang harus sedemikian rupa, sehingga kita dapat mempergunakan sebaik mungkin, kekuatan kekuatan baru, yang telah berada ditangan kita itu. Didalam kenyataannya, tidak ada yang salah dibom atom itu; adapun yang salah adalah manusia sendiri. Selanjutnya, kenyataan mengungkapkan bahwa ilmu tentang atom, itu tidaklah kita ragukan, mempunyai pengaruh yang tak ternilai besarnya, tidak hanya terdapat ilmu pengetahuan itu sendiri, tetapi juga terdapat berbagai cabang ilmu pengetahuan, misalnya terhadap psychologi (= ilmu jiwa ), philosophy (= ilmu filsafat ), bahkan juga terdapat theology (= ilmu ke-tuhan-an ). Adalah menjadi tujuan kami untuk memperkenalkan fakta fakta yang penting dan konsepsi konsepsi yang baru, yang diungkapkan oleh para ilmuwan masa kini, dan lalu kami bandingkan dengan analogis, dengan prinsip prinsip fundamental dari realitas, yang dikhotbahkan oleh sang buddha sakyamuni, sekitar dua ribu lima ratus tahun yang lampau.
Pada tahun 1808, john dalton mengemukakan teorinya untuk dipikirkan oleh para ilmuwan, mengenai teori atom. Beliau percaya bahwa suatu elemen itu sesungguhnya terdiri dari atom atom, yang tidak dapat dibagi bagi, berkeadaan terpisah, satu terhadap yang lainnya, dan tidak terlihat. Beliau berpikir atom atom itu mempunyai sifat sifat seperti sebuah bola biliard. Dibagian akhir dari abad kesembilan belas, para ilmuwan besar, sebagai misalnya michael faraday, james maxwell dan lord kelvin, mulai melakukan penyelidikan didalam usahanya untuk memperkembangkan ilmu pengetahuan elektris. Pada saat itu, sifat sifat dari sebuah atom, sebagian dapat diungkapkan. Pada tahun 1913, niels bohr dari copenhagen mengemukakan teorinya untuk dipikirkan oleh para ilmuwan, yang berbunyi bahwa sebuah atom itu terdiri dari dua bagian, yaitu sebuah inti yang kecil, namun berat, yang dikelilingi oleh suatu daerah kosong yang luas, didalam mana elektron elektron bergerak, dengan gerakan gerakan yang menyerupai planet planet yang mengelilingi matahari. Sekeliling elektron elektron itu terdapat garis garis kekuatan magnetis; pengaruh pengaruh dari garis garis magnetis tersebut, secara theoritis, bersifat universal. Faraday menggambarkan sebuah atom, seperti ikan-bintang, dengan badan kecil, dan memiliki anggota anggota tubuh yang panjang panjang, yang anggota tubuhnya itu dapat menyentuh benda benda disekitarnya. Gambaran yang dimaksudkan, dapat dijelaskan sebagai berikut ini : konstitusi konstitusi dari alam semesta yang bersifat material itu berinteraksi, dan sesungguhnya berkeadaan tidak terpisahkan, yang satu dengan yang lainnya. Konsep atom yang demikian itu, mempunyai arti philosophis, yang sangat penting. Benda benda itu tidak ber-eksistensi secara individual. Eksistensi dari objek yang tunggal, itu tidaklah lebih dari sebuah illusi mental, atau sebuah khayalan dialam pikiran belaka. Alam semesta itu, dapat diterangkan secara sederhana, keadaannya adalah merupakan suatu proses, suatu sistem aktivitas aktivitas, yang paling berhubungan, didalam mana tidak ada gerakan gerakan terpisah, dan masing masing dari semua yang ada, itu tidak pernah ada yang berhenti bergerak, atau bahwa semua yang ada itu selalu didalam gerakan yang terus menerus. Konsep yang demikian ini, tepat sama secara prinsip, walaupun diungkapkan dengan kata kata yang berbeda, dengan yang dikhotbahkan oleh sang buddha, dengan istilah "anicca", yang artinya "sifat ketidak-tetapan" (= impermanent ), atau tidak abadi-nya, dari benda benda.
Sampai dengan zaman diketemukannya penggunaan energi atom, orang masih memiliki kepercayaan, yang tidak tepat, yaitu mempercayai bahwa ke-sembilan puluh empat atom atom, itu dibayangkan sifatnya sebagai tidak dapat dihancurkan. Tetapi pada awal abad ke-dua puluh, tepatnya tahun 1905, ilmuwan yang sangat terkemuka, yaitu albert einstein, telah meramalkan fakta, bahwa massa dan energi, itu dapat dibalikkan, diubah menjadi yang sebaliknya, dan beliau memberikan rumus kesamaanya sebagai berikut : "E = mc2, dimana E = energy; c = velocity atau kecepatan jalannya cahaya, dan m = massa. Dari kesamaan tersebut nampak bahwa setitik kecil dari zat, itu apabila diubah ( = dikonversi ) seluruhnya menjadi energi, akan memberikan suatu energi yang jumlahnya luar biasa. Dan kesamaan ini telah diverisifikasi, dan ternyata benar prinsip, oleh bom bom atom, yang diledakkan dinew meksiko, hiroshima, nagasaki, dan didaerah dekat atoll bikini diwilayah samudera pasifik. Demikianlah, maka zat (= matter ) atau atom, itu dapat dideskripsikan sebagai suatu bentuk dari energi yang berkonsentrasi sangat tinggi. Reaksi yang terjadi didalam peledakan bom atom itu dapat diungkapkan keterangannya, sebagai berikut ini :
U-235+neutron = I = Y = M ( U = urenium, I = iodine, Y = yttrium, N = suatu jumlah ); jadi, suatu atom uranium ini dapat dipecah dan ditransformasikan menjadi atom atom iodine dan yttrium. Istilah "atom", yang menurut arti katanya yang aseli, berarti "sesuatu yang sifatnya tidak dapat dibagi bagi lagi", telah dapat dibuktikan secara final bahwa dapat dibagi. Tetapi didalam ilmu kimia biasa, teori atom, yang konvensional, masih dipertahankan, bagi tujuan yang paling praktis. Secara paradox, itu dapat diutarakan keteranggannya sebagaj berikut ini : suatu atom itu ( sesungguhnya ) adalah bukan atom : itu dinamai atom demi untuk mudahnya saja. Kita dapat menemukan kesamaan yang sangat mengherankan disini, yaitu antara yang diterangkan oleh ilmu pengetahuan ( = science ) dengan yang diterangkan oleh agama buddha, apabila kita adakan perbandingan antara ungkapan dari ilmu pengetahuan tersebut dimuka ( mengenai teori atom ) itu dengan yang terdapat didalam naskah suci sutra intan, yang didalamnya tercantum kalimat yang berbunyi sebagai berikut ini : "ketika sang tahtagatha berbicara tentang alam semesta, beliau tidak mengartikannya alam semesta yang rill ini; beliau menyebut istilah alam semesta (= universes ) itu hanya didalam arti nominal-nya saja".
Marilah sekarang kita beralih ke pembicaraan mengenai suatu lapangan yang komparatif hanya memperoleh perhatian kecil saja, yaitu mengenai kemampuan kemampuan mental ( kejiwaan ) kita. Walaupun fungsi fungsi psychis ( kejiwaan ), itu lebih rumit dan lebih halus sifatnya dari pada phenomena phenomena physik ( jasmaniah ), namun setiap makhluk hidup itu mempunyai peralatan peralata, dan memiliki bahan bahan atau materi materi didalam dirinya sendiri untuk diobservasi, asal mau melakukan eksperimen eksperimen terhadap dirinya sendiri. Kemampuan kemampuan mental, atau psychis, kita, itu dapat dibagi menjadi dua kategori : yang satu, adalah fungsi yang terdapat didalam lapangan kesadaran, dan yang satu lagi, adalah fungsi yang berada diluar lapangan kesadaran. Para ahli ilmu jiwa, memberikan istilah istilah dan definisi definisi yang berbeda beda terhadap fungsi yang terdapat, diluar lapangan kesadaran itu; beberapa ahli menyebutnya bagian bawah sadar dari jiwa ( = subconsciousness ), sedang beberapa ahli yang lain menyebutnya dengan istilah bagian ketidaksadaran dari jiwa (= unconsciousness ). Tetapi mereka itu secara umum menyetujui teori yang mengatakan bahwa bagian dari aktifitas kejiwaan kita itu berada diluar persepsi dan pengontrolan dari bagian sadar dari jiwa kita. Adapun mengenai isi dari lapangan jiwa, baik bagian bawah sadarnya dari jiwa, namun bagian ketidak-sadaran dari jiwa, para ahli jiwa menyarankan berbagai istilah, sebagai misalnya : dorongan dorongan dan keinginan keinginan yang bersifat diwarisi dari nenek moyang, yang sifatnya primitif, sifat sifat aseli, impluse impluse drive urge, instinc, dan sebagainya. Dalam kenyataannya, ilmu pengetahuan didalam cabang khusus ini, masih didalam tingkatan perkembangan awalnya, atau masih dalam tingkatan masa kanak kanak.
Adalah merupakan suatu fakta yang ajaib bahwa lapangan dari bagian bawah sadarnya dari jiwa kita, yang sebagian besar masih berkeadaan gelap bagi manusia diabad atom ini, dapat kita ketemukan secara jelas, dan secara berulang ulang didalam berbagai tulisan agama buddha. Didalam tulisan tulisan atau naskah naskah agama buddha, tidak hanya dapat kita temukan teori mengenai jiwa ( theory of mind ), tetapi juga dapat kita ketemukan latihan latihan mental ( kejiwaan ) dan latihan latihan physik ( kejasmanian ) yang diterangkan bahwa itu bermanfaat untuk mengekang dorongan dorongan hawa nafsu dari keinginan keinginan rendah, yang nampak sukar dikendalikan, serta berguna untuk melenyapkan nafsu nafsu dan keinginan keinginan rendah itu hingga keakar akarnya, dan juga untuk mencapai keadaan yang disebut pencapaian penerangan sempurna (= enlightement = pencapaian kasadaran nirvana ), dimana orang dapat menghayati atau mengalami sesuatu seperti apa adanya, dan akhirnya dapat membuktikan prinsip anatta, yang berarti bahwa sebenarnya tidak ada apa yang dinamai ego yang bersifat personal itu. Adalah tidak mungkin untuk dikemukakan disini hingga hal hal yang sekecil kecilnya, mengenai latihan latihan ke-jiwa-an secara buddhis, tetapi barangkali cukup menarik kiranya, kalau kami sajikan secara ringkas uraian mengenai filsafat dari aliran agama buddha, yang dinamai dharmalaksana ( aliran agama buddha yang mengikuti faham bahwa hakekat atau prinsip dari segala sesuatu itu adalah kesadaran consciousness only; atau bahwa hakekat atau prinsip dari segala sesuatu itu adalah persepsi, = perception only ).
Menurut filsafat dan agama buddha aliran dharmalaksana itu, konstitusi dari alam semesta itu dibagi menjadi delapan kemampuan ( atau delapan kesadaran ). Dari delapan kemampuan tersebut, lima yang pertama adalah, yaitu :
Kemampuan untuk melihat sesuatu,
Kemampuan untuk mendengar sesuatu,
Kemampuan untuk memcium sesuatu bau,
Kemampuan untuk merasakan sesuatu,dan
Kemampuan untuk merasakan atau meraba sesuatu.
Kemampuan yang keenam adalah kemampuan yang paling aktif, terdiri dari semua fungsj fungsi kejiwaan yang berada dilapangan bagian sadarnya dari jiwa kita.
Kemampuan ketujuh adalah keterikatan secara instinctive terhadap ego.
Dan Kemampuan kedelapan adalah paling penting dari semuanya. Kadang disebut dengan istilah kemampuan simpanan atau kemampuan menyimpan energi dan pengalaman pengalaman (= reservoir faculty ), dimana kecenderungan kecenderungan dan energi energi dari semua aksi aksi atau tindakan tindakan. Dan pengalaman pengalaman kita, dimasa masa yang lampau, kita simpan. Kemampuan yang ketujuh dan kedelapan itu berfungsi secara terus menerus, sebagai pusat dari psychis, tanpa memandang apakah manusia yang bersangkutan itu sedang ada didalam keadaan sadar, atau tidur, atau bahkan sedang berada didalam keadaan, yang secara umum dinamai meninggal dunia atau mati itu. Bahkan ketika semua dari keenam kemampuan tersebut diatas itu telah berhenti fungsinya, kekuatan dari kemampuan yang nomor tujuh, atau keterikatan kepada ego, adalah luar biasa kehebatan kekuatannya, itu keadaannya sama seperti sebuah inti atom yang mengikat energi dari sebuah atom. Itu menyebabkan timbulnya lapisan lapisan yang sifatnya dangkal, yang berbeda beda bentuknya, yang terdapat didalam keinginan instinctive untuk hidup, untuk menurunkan jenis, untuk menurunkan sesuatu dan sebagainya. Didalam kenyataannya, instinct-ego, itu menjadi asal dan mengarahkan hampir semua fungsi fungsi yang dangkal sifatnya, sebagai misalnya : kemauan, emosi, dan sebagainya, bahkan juga mempengaruhi sistem berfikir kita. Itu merusak kejernihan bagian sadarnya dari jiwa, dan oleh karena itu, lalu menimbulkan gambaran yang sifatnya illusi (= khayal atau palsu ) dari eksistensi individual dari "ke-ego"-an ( = "I" ),
"Keberadaan kita sebagai makhluk hidup" (= "being" ), "kesadaran bahwa ada benda benda" ( = "things" ), dan sebagainya, yang menutup sifat yang rill, sifat yang sesungguhnya, dari sifat "ke-tidak-tetap-an dan sesuatu" ( = "impermanence" ) dan "ke-tidak-ada-an Aku" (= "egoless" ). Karena semua kemampuan dari bagian sadarnya, dari jiwa kita, itu banyak sedikitnya dipengaruhi oleh keterikatan kita secara buta terhadap ego, maka dapatlah kita katakan secara kiasan bahwa lapangan dari bagian tidak-sadarnya dari jiwa kita, itu merupakan inti, didalam mana keterikatan kepada ego, adalah merupakan kekuatan pengikatnya. Kemampuan kejiwaan yang lainnya, bergerak mengelilingi inti dari sebuah atom. Susunan elektron elektron didalam orbit orbitnya pada sebuah atom, itu menentukan sifat sifat chemisnya, sehingga kemampuan kemampuan yang terdapat didalam bagian sadarnya dari jiwa kita, sebagai misalnya : kemauan, emosi, intellect, dan sebagainya, dari seorang individu, itu menentukan corak kepribadian atau karakternya.
Sangat bermanfaat dan dapat memberikan manfaat yang besar kiranya, kalau berikut ini, saya sampaikan keterangan khusus, mengenai kekuatan intellectual dari manusia. Kekuatan iltellectual manusia itu mempunyai kemampuan bernalar, memahami sesuatu, dan meng-generalisir semua peristiwa yang terjadi didalam pengalaman; jadi, melalui penggunaan kemampuan itu, manusia dapat men-transmitkan dan saling menyampaikan dan mengubah idea idea dan fikiran fikiran, yang keadaannya sama dengan elektron elektron didalam orbit yang paling luar, yang memungkinkan adanya pancaran pancaran aliran aliran elektris. Ciri penting lainnya lagi dari intellect, ialah bahwa intellect itu paling sedikit terkenanya pengaruh instinct-ego. Sebaliknya, melalui penalaran dan kontemplasi, bahkan intellect manusia itu dapat memiliki kekuatan meng-realisasi-diri, mewujudkan cita citanya, untuk dapat menghayati kesunyataan mengenai ajaran ke-tidak-ada-an-aku ( = egolesness ).
Barangkali karena dipengaruhi oleh idea idea dan teori teori penemuan ilmiah yang baru, seorang ilmuwan, dan filsuf, seperti william james, telah mengemukakan teorinya bahwa kesadaran itu hanyalah merupakan suatu fungsi, dan bahkan tokoh ilmuwan seperti bertrand russell itu pernah berkata bahwa istilah sebagai misalnya "mental" itu tidak tergolong suatu entity tunggal didalam sebuah dirinya sendiri ( adapun yang dimaksud adalah : ego yang khayali = imaginary ego ), tetapi hanyalah tergolong pada suatu sistem entity entity. Munculnya kembali, = revival-nya, mengenaj konsep ketidak-ada-an ego, itu melatar depani kemungkinan diketemukannya kembali, dihayatinya kembali, kepercayaa terhadap realitas, yang atas dasar penemuan kembali itu, dapat dibentuk filsafat rasional yang erat hubungannya dengan ilmu pengetahuan modern.
Tetapi untuk dapat memahami kekosongan atau kehampaan ego (= emptiness of the ego ), adalah merupakan hal tersendiri; yang sangat berbeda dengan hal lainnya lagi, yaitu masalah mempraktekkan, melearisir dan menghayati kehidupan yang didasari ajaran ketidak-ada-an aku ( = egoless life ).
Einstein telah mengvisualisasikan kemungkinan pelepasan, atau penggunaan energi atom, namun teori tersebut baru benar benar dilaksanakan didalam praktek, empat puluh kemudian. Terdapat pribadi pribadi besar sebagai misalnya sang buddha sakyamuni dan para arahat penganut beliau, yang walaupun tujuannya sangat berbeda dari para ilmuwan, mereka itu menyatakan bahwa dirinya telah dapat mencapai keadaan pencapaian penerangan sempurna, dan telah dapat hidup berdasarkan ajaran ke-tidak-ada-an ke-aku-an; namun jumlah manusia super tersebut, jika dibandingkan dengan makhluk makhluk hidup yang belum mencapai tingkatan super manusia, yang jumlahnya bilyunan itu, keadaannya sama dengan jumlah yang sangat jarang dari elemen elemen yang dari dirinya memancar sinar yang sangat terang, yaitu elemen elemen : uranium, radium, actinium dan thorium, yang terdapat dibumi kita ini. Juga sangat menarik untuk diperhatikan bahwa didalam ajaran buddha, yang terdapat dimanapun diseluruh muka bumi ini, prinsip apa yang dinamai "jalan-tengah" (= "middle path" , atau "middle way" ) ada didalamnya. Secara essensial, prinsip tersebut mengajarkan orang untuk berpantang, untuk tidak menganut praktek praktek yang mengikuti faham faham yang ekstrim, baik dibidang physik, maupun dibidang mental. Dan dipercayai bahwa prinsip tersebut secara efektif, dapat membimbing orang kelangkah memasuki dalam pencapaian penerangan sempurna. Didalam proses memasuki wilayah sebuah atom, ilmuwan mendapati fakta bahwa sebuah atom terdiri dari suatu sistem yang sifatnya komplek, dari elektron elektron yang di-charge secara negatif, pada suatu ruang luas, sekeliling sebuah inti yang di-charge secara positif. Partikel partikel yang di-charge sebagai misalnya proton proton, elektron elektron, atau partikel partikel alpha dan radiasi radiasi electromagnetic ( sebagai misalnya sinar sinar gamma ), itu melepaskan energi, dan dengan demikian dapat bergerak lambat diwilayahnya. Akhirnya para ilmuwan menemukan fakta bahwa ada suatu partikel yang tidak mempunyai ekstrimitas ekstrimitas elektris, yang mampu menembus melalui orbit orbit dan terus bergerak melalui jalannya sendiri, tanpa terhalangi, hingga "bagian kepalanya dapat menembus", mengadakan bentura, dengan inti atom. Walaupun ilmu pengetahuan mengenai atom dan agama buddha, itu nampaknya memiliki sifat yang sama sekali berbeda, namun sesungguhnya, ilmu pengetahuan dan agama buddha, itu sama menangani, atau mengatasi masalah yang sama, yaitu masalah energi dan pelepasan energi, dengan jalan menembus bentuk energi yang berkonsentrasi sangat tinggi, yang dinamai didalam satu fihak dengan istilah atom, dan difihak satunya lagi, dengan istilah ego. Dan arah pergerakan keduanya sama, yaitu : "kedalam" ( = inward" ). Oleh karena itu, kita tidak perlu heran, dengan kesamaan yang sangat dekat, antara pandangan ilmu pengetahuan (= science ) dan pandangan dari agama buddha. Energi yang dilepaskan melalui pemecahan ego itu tidak begitu nampak, tidak seperti bom atom, namun kebijaksanaan tertinggi dari sang buddha dan cinta kasihnya yang tak terbatas, itu sama keadaanya seperti cahaya dan panas yang dilepaskan dari sumber alami dari energi atom, yaitu matahari.
Saya telah menerangkan secara singkat, dua dari tiga prinsip yang fundamental dari agama buddha, yaitu ajaran mengenai anicca ( = azas ke-tidak-tetap-an dari segala sesuatu = impermanence ), dan ajaran mengenai anatta (= azas ke-tidak-ada-an dari ke-aku-an = egolenssness ). Prinsip penting lainnya, dinamai dukkha (= azas bahwa setiap makhluk hidup, yang belum mencapai nirwana, itu mengalami penderitaan ), atau suatu konsekwensi dari kehidupan yang bersifat egoistic. Ketiga prinsip itu begitu sangat penting, sehingga secara aktual dianggap sebagai batu ujian ( testing-stone ) dari agama buddha. Sesuatu theori atau philosophi, yang sama sekali bersesuaian dengan prinsip tersebut, itu kita sebut, dinyatakan, sebagai bersifat buddhistic.
4 macam kematian (Marana 4)
4 macam kematian yaitu :
1. Ayukkhaya marana : kematian disebabkan habisnya usia, bagaikan api pelita yang padam karena sumbunya habis.
2. Kammakhaya marana : kematian disebabkan habisnya karma ( janaka kamma dan upathambhaka kamma telah habis ), bagaikan api pelita yang padam karena minyaknya habis.
3. Ubhayakkhaya marana : kematian disebabkan habisnya usia dan karma, bagaikan pelita api yang padam karena sumbu dan minyaknya habis.
4. Upaccheda marana : kematian disebabkan gangguan lain ( usia dan karma belum habis ), bagaikan pelita yang padam karena hembusan angin, tetapi sumbu dan minyak masih ada.
Keterangan :
1) Ayukkhaya marana
Kematian disebabkan habisnya usia itu, dimaksudkan mati bila sudah tua, yaitu sampai tua betul baru mati atau mati setelah mencapai batas usia. Pada jamannya sang buddha gaotama, orang orang pada waktu itu berusia l.k. 100 tahun. Setelah sang buddha mencapai parinibbana ( wafat ), usia orang menurun menjadi 100 banding 1, yaitu setiap 100 tahun, usia orang turun 1 tahun sampai sekarang ini. Setelah setiap 100 tahun itu mencapai 25 abad, usia orang sekarang ini mencapai l.k. 75 tahun. Lama kelamaan usia orang menurun terus sampai pada batasnya baru mati, hal ini disebut kematian disebabkan habisnya usia.
11) kammakkhaya marana
Kematian disebabkan habisnya karma itu, dimaksudkan orang yang mati itu masih muda, masih bayi atau kanak kanak, masih bujang atau gadis, yang belum mencapai batas usia.
111) ubhayakkhaya marana
Kematian disebabkan habisnya usia dan karma itu, dimaksudkan bukan kematian pada masa kanak kanak atau masa tua. Tetapi adalah dimaksudkan kematian seseorang itu telah mencapai batas usia dan karmanya tepat waktunya habis.
1V) upacchedaka marana
Kematian yang belum habis usia dan karma itu, sebab adanya musibah sehingga menimbulkan kematian, seperti kena tembak, tertabrak mobil, tenggelam, diterkam binatang, kelaparan, kehausan, kena penyakit menular dan lain lain. Jadinya kematian itu tidak secara normal seperti marana 3 macam tersebut diatas, hal ini disebut kematian yang belum habis usia dan karma.
Obyek dari makhluk yang akan meninggal
Dalam keadaan makhluk mendekati kematian itu, harus ada obyek istimewa disebut kamma arammana, kamma nimita arammana atau gati nimita arammana yang akan timbul salah satu kepada javana citta dalam maranasanna vithi. Obyek tersebut akan timbul pada setiap orang atau makhluk, terkecuali asanasatta brahma atau arahat. Tidak termasuk asanasatta brahma, sebab asanasatta brahma tidak mempunyai citta, maka itu tidak ada obyek. Sedangkan tidak termasuk arahat, sebab arahat tidak akan tumimbal lahir.
1) kamma arammana
Berarti obyek karma, yaitu bila memberikan dana, melaksanakan sila, mendengar dhamma atau melaksanakan meditasi yang pernah dilakukan, maka sewaktu akan meninggal dunia terkenang dengan perbuatan yang telah dilakukan itu. Demikian dengan perbuatan akusala( yang jahat ), akan terkenang perbuatan itu sewaktu meninggal dunia.
~Kamma aramana ini muncul hanya melalui mano drava saja, tidak muncul melalui drava 5. Sebab kamma aramana ini terkenang dengan perbuatan yang lalu yang merupakan atita aramana, kamma yang lalu yang diri sendiri pernah berbuat sehingga menjadi suatu pemikiran.
11) kamma nimita arammana
Kamma nimita arammana berarti obyek bayangan karma, yaitu alat alat yang dipakai dalam melaksanakan sesuatu kamma, baik kusala maupun akusala. Jadinya bila akan meninggal dunia, terlihat perbuatan baik yang telah dilaksanakan, misalnya melihat vihara, melihat arca buddha, melihat kuti, dan lain lain yang pernah disumbangkan atau didanakan. Demikian juga dengan perbuatan yang jahat, akan terlihat sewaktu membunuh makhluk, mencuri, berzina, dan lain lainnya sewaktu akan meninggal dunia.
~kamma nimita arammana ini, bila hanya mengenangkan saja akar muncul melalui mano drava dan merupakan atita arammana. Tetapi bila melihat dengan mata sungguh sungguh, mendengar dengan telinga sungguh sungguh dan lain lainnya akan muncul melalui panca drava dan merupakan paccupanna arammana.
111) gati nimmita arammana
Berarti obyek simbol karma, yaitu terlihat simbol yang akan membawa pergi kealam sorga atau alam apaya. Jadinya sewaktu akan meninggal dunia terlihat simbol simbol, misalnya melihat para dewa dewi turun dari khayangan, melihat vihara atau candi, melihat bhikkhu, dan lain lainnya yang baik, ini berarti akan ditumimbal lahirkan dialam sorga setelah meninggal dunia. Tetapi jika melihat api yang menyala besar, melihat gua yang gelap, melihat setan atau hantu, melihat binatang berkelahi, melihat pisau dan pedang, dan lain lainnya yang buruk, ini berarti akan tumimbal lahirkan dialam apaya setelah meninggal dunia.
Gati nimmita arammana ini muncul hanya melalui mano drava saja, yaitu melihat melalui batin dan merupakan paccuppana arammana. Sebab sedang memikiri untuk melihat.
A) obyek dari kammavacara patisandi adalah akan pergi tumimbal lahir dalam kama bhumi. Maranasanna javana memiliki kamma arammana atau gati nimmita arammana salah satu untuk timbul dan obyek itu hanya merupakan kama bhumi yaitu kama arammana semuanya.
B) obyek dari rupavacara patisandi yaitu akan tumimbal lahir dalam rupa bhumi. Maranasana javana memiliki hanya kamma nimita arammana saja dengan pannatti dhamma sebagai obyek, yaitu sewaktu memperoleh jhana dengan obyek kammatthana, maranasanna javana mempunyai kammatthana itu sebagai obyek.
C) obyek dari arupavacara patisandi adalah akan pergi tumimbal lahir dalam arupa bhumi. Maranasanna javana memiliki hanya kamma nimitta arammana saja dengan pannatti dhamma atau mahaggata dhamma sebagai obyek menurut arupa jhana yang diperoleh.
4 macam kematian yaitu :
1. Ayukkhaya marana : kematian disebabkan habisnya usia, bagaikan api pelita yang padam karena sumbunya habis.
2. Kammakhaya marana : kematian disebabkan habisnya karma ( janaka kamma dan upathambhaka kamma telah habis ), bagaikan api pelita yang padam karena minyaknya habis.
3. Ubhayakkhaya marana : kematian disebabkan habisnya usia dan karma, bagaikan pelita api yang padam karena sumbu dan minyaknya habis.
4. Upaccheda marana : kematian disebabkan gangguan lain ( usia dan karma belum habis ), bagaikan pelita yang padam karena hembusan angin, tetapi sumbu dan minyak masih ada.
Keterangan :
1) Ayukkhaya marana
Kematian disebabkan habisnya usia itu, dimaksudkan mati bila sudah tua, yaitu sampai tua betul baru mati atau mati setelah mencapai batas usia. Pada jamannya sang buddha gaotama, orang orang pada waktu itu berusia l.k. 100 tahun. Setelah sang buddha mencapai parinibbana ( wafat ), usia orang menurun menjadi 100 banding 1, yaitu setiap 100 tahun, usia orang turun 1 tahun sampai sekarang ini. Setelah setiap 100 tahun itu mencapai 25 abad, usia orang sekarang ini mencapai l.k. 75 tahun. Lama kelamaan usia orang menurun terus sampai pada batasnya baru mati, hal ini disebut kematian disebabkan habisnya usia.
11) kammakkhaya marana
Kematian disebabkan habisnya karma itu, dimaksudkan orang yang mati itu masih muda, masih bayi atau kanak kanak, masih bujang atau gadis, yang belum mencapai batas usia.
111) ubhayakkhaya marana
Kematian disebabkan habisnya usia dan karma itu, dimaksudkan bukan kematian pada masa kanak kanak atau masa tua. Tetapi adalah dimaksudkan kematian seseorang itu telah mencapai batas usia dan karmanya tepat waktunya habis.
1V) upacchedaka marana
Kematian yang belum habis usia dan karma itu, sebab adanya musibah sehingga menimbulkan kematian, seperti kena tembak, tertabrak mobil, tenggelam, diterkam binatang, kelaparan, kehausan, kena penyakit menular dan lain lain. Jadinya kematian itu tidak secara normal seperti marana 3 macam tersebut diatas, hal ini disebut kematian yang belum habis usia dan karma.
Obyek dari makhluk yang akan meninggal
Dalam keadaan makhluk mendekati kematian itu, harus ada obyek istimewa disebut kamma arammana, kamma nimita arammana atau gati nimita arammana yang akan timbul salah satu kepada javana citta dalam maranasanna vithi. Obyek tersebut akan timbul pada setiap orang atau makhluk, terkecuali asanasatta brahma atau arahat. Tidak termasuk asanasatta brahma, sebab asanasatta brahma tidak mempunyai citta, maka itu tidak ada obyek. Sedangkan tidak termasuk arahat, sebab arahat tidak akan tumimbal lahir.
1) kamma arammana
Berarti obyek karma, yaitu bila memberikan dana, melaksanakan sila, mendengar dhamma atau melaksanakan meditasi yang pernah dilakukan, maka sewaktu akan meninggal dunia terkenang dengan perbuatan yang telah dilakukan itu. Demikian dengan perbuatan akusala( yang jahat ), akan terkenang perbuatan itu sewaktu meninggal dunia.
~Kamma aramana ini muncul hanya melalui mano drava saja, tidak muncul melalui drava 5. Sebab kamma aramana ini terkenang dengan perbuatan yang lalu yang merupakan atita aramana, kamma yang lalu yang diri sendiri pernah berbuat sehingga menjadi suatu pemikiran.
11) kamma nimita arammana
Kamma nimita arammana berarti obyek bayangan karma, yaitu alat alat yang dipakai dalam melaksanakan sesuatu kamma, baik kusala maupun akusala. Jadinya bila akan meninggal dunia, terlihat perbuatan baik yang telah dilaksanakan, misalnya melihat vihara, melihat arca buddha, melihat kuti, dan lain lain yang pernah disumbangkan atau didanakan. Demikian juga dengan perbuatan yang jahat, akan terlihat sewaktu membunuh makhluk, mencuri, berzina, dan lain lainnya sewaktu akan meninggal dunia.
~kamma nimita arammana ini, bila hanya mengenangkan saja akar muncul melalui mano drava dan merupakan atita arammana. Tetapi bila melihat dengan mata sungguh sungguh, mendengar dengan telinga sungguh sungguh dan lain lainnya akan muncul melalui panca drava dan merupakan paccupanna arammana.
111) gati nimmita arammana
Berarti obyek simbol karma, yaitu terlihat simbol yang akan membawa pergi kealam sorga atau alam apaya. Jadinya sewaktu akan meninggal dunia terlihat simbol simbol, misalnya melihat para dewa dewi turun dari khayangan, melihat vihara atau candi, melihat bhikkhu, dan lain lainnya yang baik, ini berarti akan ditumimbal lahirkan dialam sorga setelah meninggal dunia. Tetapi jika melihat api yang menyala besar, melihat gua yang gelap, melihat setan atau hantu, melihat binatang berkelahi, melihat pisau dan pedang, dan lain lainnya yang buruk, ini berarti akan tumimbal lahirkan dialam apaya setelah meninggal dunia.
Gati nimmita arammana ini muncul hanya melalui mano drava saja, yaitu melihat melalui batin dan merupakan paccuppana arammana. Sebab sedang memikiri untuk melihat.
A) obyek dari kammavacara patisandi adalah akan pergi tumimbal lahir dalam kama bhumi. Maranasanna javana memiliki kamma arammana atau gati nimmita arammana salah satu untuk timbul dan obyek itu hanya merupakan kama bhumi yaitu kama arammana semuanya.
B) obyek dari rupavacara patisandi yaitu akan tumimbal lahir dalam rupa bhumi. Maranasana javana memiliki hanya kamma nimita arammana saja dengan pannatti dhamma sebagai obyek, yaitu sewaktu memperoleh jhana dengan obyek kammatthana, maranasanna javana mempunyai kammatthana itu sebagai obyek.
C) obyek dari arupavacara patisandi adalah akan pergi tumimbal lahir dalam arupa bhumi. Maranasanna javana memiliki hanya kamma nimitta arammana saja dengan pannatti dhamma atau mahaggata dhamma sebagai obyek menurut arupa jhana yang diperoleh.
Langganan:
Postingan (Atom)